Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri tetap optimis bahwa bergabungnya Indonesia bersama tujuh negara Muslim lainnya—seperti Arab Saudi dan Turki—akan menjadi instrumen strategis untuk memastikan kedaulatan Palestina tetap menjadi prioritas.
Pemerintah berharap kehadiran kekuatan negara-negara Muslim di dalam dewan tersebut mampu memberikan keseimbangan sehingga kepentingan kemanusiaan tidak direduksi menjadi sekadar urusan keamanan semata.