fin.co.id - Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo baru saja memberikan keterangan di hadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji.
Ia membeberkan detail perannya dalam kunjungan kerja ke Arab Saudi bersama Presiden Joko Widodo yang ternyata turut membahas isu haji.
Menteri Dito Ariotedjo menjelaskan bahwa pemeriksaannya di Gedung KPK berjalan lancar.
"Alhamdulillah tadi sudah selesai diperiksa," ujarnya, Jumat (tanggal pemeriksaan), usai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta.
Ia menambahkan bahwa pertanyaan yang diajukan KPK lebih mendalam mengenai kunjungannya ke Arab Saudi bersama Presiden Jokowi. Dito mengonfirmasi telah menceritakan seluruh detail perjalanannya tersebut kepada penyidik.
Dalam kunjungannya ke Arab Saudi, Dito mengungkapkan bahwa topik penyelenggaraan ibadah haji memang sempat terangkat. Momen tersebut terjadi saat sesi makan siang antara Presiden Jokowi dan Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).
"Seingat saya itu bagian dari pembicaraan waktu itu lagi makan siang Presiden Jokowi dengan MBS," ungkap Dito.
Meskipun demikian, Dito menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak secara spesifik membahas alokasi kuota haji untuk Indonesia. Ia menjelaskan bahwa fokus utama pertemuan bilateral itu adalah untuk mempererat hubungan kedua negara dan menjajaki berbagai kerja sama.
"Saat pertemuan itu tidak ada pembahasan spesifik tentang kuota, tetapi memang pertemuan bilateral waktu itu, saya ingat sekali, dari Putra Mahkota Perdana Menteri Mohammed bin Salman itu sangat senang dengan pertemuannya Pak Jokowi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dito memaparkan bahwa pertemuan bilateral tersebut juga menghasilkan kesepakatan investasi antar kedua negara. Selain isu haji, kunjungan kerja itu membuka peluang investasi dan juga membahas mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga
"Tetapi itu secara garis besar raja yang mood-nya sedang baik dan happy atas diplomasi hebatnya Bapak Jokowi ya semuanya terlaksana dan itu tidak hanya terkait dengan haji. Ada investasi, ada juga IKN, jadi banyak," tuturnya.
Dito menambahkan bahwa agenda pembahasan dalam kunjungan kenegaraan biasanya ditentukan oleh tuan rumah, yaitu Arab Saudi. Ia menduga, pada saat itu, sektor yang menjadi fokus tuan rumah belum mencakup pembahasan spesifik mengenai kuota haji atau Kementerian Agama.
"Kalau kunjungan itu kan itu biasanya ditentukan oleh tuan rumah. Apa sektor-sektor yang rasanya akan dibahas. Kebetulan mungkin tidak ada keterkaitan dengan untuk pembahasan haji dan juga apa namanya Kementerian Agama ya. Menurut saya, saya tidak tahu," ujar dia menambahkan.
Pemeriksaan Dito Ariotedjo sebagai saksi ini berlangsung cukup lama, yaitu empat jam. Ia tiba di Gedung Merah Putih, markas KPK, pada pukul 12.52 WIB dan baru selesai sekitar pukul 16.10 WIB. Keterangan Dito menjadi penting mengingat kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji ini telah menyita perhatian publik dan pihak berwenang.
Sebelumnya, KPK telah mengumumkan dimulainya penyidikan kasus kuota haji pada 9 Agustus 2025. Penyelidikan ini berawal dari temuan adanya potensi kerugian negara yang mencapai lebih dari Rp1 triliun. KPK juga telah mengambil langkah pencegahan terhadap tiga orang penting untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan.