Cegah Banjir Besar, BMKG dan Pemprov DKI 'Jinakkan' Awan Hujan di Langit Jakarta

fin.co.id - 23/01/2026, 07:46 WIB

Cegah Banjir Besar, BMKG dan Pemprov DKI 'Jinakkan' Awan Hujan di Langit Jakarta

BMKG bersama Pemprov DKI dan TNI AU gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan risiko banjir akibat hujan ekstrem di Jakarta.Foto:BPBDDKIJakarta/officeialweb

fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta TNI AU meluncurkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) besar-besaran. Upaya ang dilakukan sebagai upaya mitigasi proaktif guna menekan risiko bencana hidrometeorologi akibat potensi hujan ekstrem yang menghantui wilayah ibu kota dan sekitarnya.

Operasi yang berpusat di Lanud Halim Perdanakusuma ini berlangsung mulai 16 hingga 22 Januari 2026. Fokus utamanya adalah memodifikasi pertumbuhan awan hujan agar tidak tumpah secara ekstrem di wilayah pemukiman padat penduduk.

Strategi Penyemaian Awan di Atas Laut

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa tim menggunakan strategi penyemaian pada awan-awan hujan yang masih berada di atas lautan. Dengan cara ini, hujan dipaksa turun lebih awal sebelum bergerak menuju daratan Jabodetabek.

"Penyemaian juga kami lakukan untuk menghambat pertumbuhan awan baru agar tidak berkembang secara optimal di wilayah pemukiman," jelas Tri Handoko Seto mengutip akun resmi BMKG.

Dalam pelaksanaannya, tim menyiagakan satu unit pesawat Casa 212 seri 200. Pesawat ini bertugas menebar bahan semai berupa garam (NaCl) dan kapur (CaO) ke titik-titik awan yang telah ditentukan. Hingga saat ini, puluhan ton bahan semai telah disebar melalui puluhan sorti penerbangan yang terukur.

Berbasis Teknologi Radar dan Fenomena Atmosfer

Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menegaskan bahwa seluruh kegiatan didasarkan pada pemantauan radar cuaca yang sangat ketat. Hal ini penting agar penyemaian dilakukan di titik yang tepat sehingga hujan jatuh di lokasi yang tidak berisiko banjir.

Operasi OMC ini menjadi sangat krusial karena munculnya beberapa fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin. Fenomena tersebut memicu peningkatan curah hujan yang signifikan dengan kondisi atmosfer yang cenderung labil dan kelembapan udara sangat tinggi.

Sinergi Lintas Sektor untuk Keamanan Warga

Pihak BNPB memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi ini. Sinergi antara penyedia data cuaca (BMKG) dan pelaksana lapangan dianggap sebagai kunci utama dalam menyusun strategi mitigasi bencana yang efisien bagi masyarakat luas.

BPBD DKI Jakarta juga menegaskan bahwa operasi proaktif ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi prakiraan curah hujan tinggi pada pertengahan Januari.

Melalui langkah antisipasi ini, diharapkan aktivitas masyarakat Jakarta dapat tetap berjalan dengan aman, tenang, dan terhindar dari ancaman banjir besar.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID