fin.co.id - Waspada bagi Anda yang masih terjebak di jalanan ibu kota malam ini! Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak sore tadi memicu genangan air di berbagai ruas jalan utama, yang berujung pada kemacetan horor pada Senin malam. Jika Anda berencana pulang kerja atau melakukan perjalanan, sebaiknya segera cek rute alternatif sebelum terjebak dalam kepadatan yang sangat parah.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya secara resmi merilis daftar wilayah yang menjadi "zona merah" kemacetan akibat dampak cuaca ekstrem ini. Volume kendaraan yang membeludak bertemu dengan hambatan air di jalanan membuat banyak pengendara terhenti total. Pemerintah pun langsung melakukan penebalan personel di lapangan untuk mengurai ekor kemacetan yang terus memanjang.
Dirlantas Polda Metro: Inilah Titik Terparah Malam Ini
Berdasarkan data terbaru dari lapangan, situasi lalu lintas sedang tidak baik-baik saja. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, mengungkapkan bahwa ada tiga lokasi yang mengalami kepadatan paling serius dan menjadi perhatian utama petugas kepolisian saat ini.
Lokasi pertama berada di Jalan MT Haryono menuju Panjaitan, kawasan Cawang arah utara. Meskipun empat lajur di Panjaitan sudah mulai bisa dilalui sejak pukul 19.30 WIB, namun arus kendaraan masih sangat padat akibat kedatangan mobil dan motor yang terus mengalir dari berbagai arah. Kemacetan ini menjadi tantangan berat bagi para pekerja yang hendak menuju wilayah utara Jakarta.
Mampang dan Kuningan Terjebak Bottleneck
Kawasan Jakarta Selatan tidak luput dari drama kemacetan malam ini. Titik krusial kedua terletak di kawasan Mampang dan Kuningan. Genangan air setinggi sekitar 30 sentimeter di arah Kuningan menuju Mampang menjadi biang keladi tersendatnya arus lalu lintas. Efek domino dari kondisi ini bahkan menjalar hingga ke Semanggi dan Jalan Jenderal Sudirman.
Kombes Komarudin menjelaskan bahwa kendaraan dari arah Pancoran menuju barat tersumbat di Kuningan, begitu pula arus dari Semanggi menuju timur. Situasi diperparah dengan adanya hambatan di jalur keluar bawah tanah.
"Titik banjirnya persis di bottleneck keluaran underpass, sehingga arus kendaraan terhambat," terang Kombes Komarudin kepada awak media pada Kamis, 22 Januari 2026.
Untuk mengatasi kebuntuan ini, petugas kepolisian terpaksa mengambil langkah darurat. Lampu lalu lintas (traffic light) di Kuningan dan Cawang arah utara kini dioperasikan secara manual untuk memprioritaskan penarikan kendaraan dari arah Cililitan.
Daan Mogot: Pengendara Ragu Melintas Akibat Genangan
Di wilayah Jakarta Barat, Jalan Daan Mogot juga masuk dalam daftar titik terkritis. Meskipun ketinggian air perlahan mulai menyusut, namun genangan yang masih berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter menciptakan ketakutan tersendiri bagi para pengendara. Banyak pengemudi motor dan mobil yang ragu-ragu untuk menerjang banjir, sehingga laju kendaraan melambat drastis.
Selain tiga titik utama tersebut, kepadatan juga terpantau di kawasan Pattimura arah Antasari. Meski wilayah Kemang sendiri dilaporkan tidak tergenang, namun luapan air di sisi barat Kemang memberikan dampak langsung pada arus lalu lintas menuju Antasari. Polisi pun mengakui bahwa kombinasi antara debit air dan volume kendaraan malam ini benar-benar luar biasa.