fin.co.id - Indonesia berduka. Pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu, 17 Januari 2026, dalam penerbangan rute Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Presiden Prabowo Subianto segera merespons kabar duka ini dengan keprihatinan mendalam.
Intisari :
- Pesawat ATR 42-500 hilang kontak pada 17 Januari 2026.
- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pencarian segera dan evakuasi tanpa menunda.
- Titik jatuh pesawat teridentifikasi di kawasan pegunungan ekstrem di Sulawesi Selatan.
Presiden Prabowo tidak tinggal diam. Begitu menerima laporan mengenai kecelakaan pesawat tersebut, beliau langsung memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat. Tujuannya jelas: menemukan titik koordinat pesawat secepat mungkin dan segera melakukan evakuasi para korban tanpa membuang waktu sedikit pun.
Kepala Negara, melalui juru bicaranya Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin, 19 Januari 2026, menegaskan komitmen pemerintah. Upaya pencarian dan penyelamatan menjadi prioritas utama yang dipantau langsung oleh Istana.
Tim SAR Gabungan Berjuang di Medan Berat
Sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membuahkan hasil gemilang. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan Polri berhasil mengidentifikasi lokasi jatuhnya pesawat turboprop nahas tersebut. Namun, medan di lokasi penemuan ternyata menghadirkan tantangan luar biasa bagi para petugas penyelamat.
Pesawat malang ini ditemukan jatuh di kawasan pegunungan yang sangat sulit dijangkau. Para petugas SAR gabungan harus berjuang keras menghadapi kondisi alam yang tidak bersahabat demi menyelesaikan misi kemanusiaan yang mulia ini.
Kesiapan dan keberanian tim di lapangan mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah. Komitmen untuk memantau setiap perkembangan proses evakuasi menjadi fokus utama saat ini, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani musibah ini.
Evakuasi Korban di Lereng Terjal Gunung Bulusaraung
Hingga berita ini diturunkan, perjuangan tim penyelamat mulai memperlihatkan titik terang. Jenazah kedua dari total sepuluh orang yang berada di dalam pesawat telah berhasil ditemukan. Lokasi penemuan tragis ini berada di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Posisi jenazah berada di tebing terjal yang curam, dengan kedalaman mencapai 500 meter dari puncak gunung. Kondisi ini tentu saja menambah tingkat kesulitan dan risiko bagi tim SAR yang bertugas.
Medan yang sangat ekstrem dan keterbatasan akses menjadi hambatan signifikan bagi tim di lapangan. Para petugas harus bekerja dengan tingkat kehati-hatian ekstra untuk dapat mengevakuasi jenazah dari kedalaman jurang tersebut. Keselamatan personel juga menjadi perhatian utama dalam operasi penyelamatan ini.