Isak Tangis di Rumah Korban Pesawat ATR 42-500, Tetangga Kenang Sosok Deden Maulana: 'Baru Kamis Kemarin Sapa Saya'

fin.co.id - 18/01/2026, 17:06 WIB

Isak Tangis di Rumah Korban Pesawat ATR 42-500, Tetangga Kenang Sosok Deden Maulana: 'Baru Kamis Kemarin Sapa Saya'

Tetangga Deden, Mamay menyebut Korban merupakan sosok yang sopan

fin.co.id - Tragedi mencekam terjadi saat pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026. Di antara tujuh penumpang yang dinyatakan hilang, nama Deden Maulana, seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mencuat sebagai salah satu korban. Kepergian Deden meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Intisari :

  • Deden Maulana, pegawai KKP, teridentifikasi sebagai salah satu dari tujuh korban pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak.
  • Tetangga menggambarkan Deden sebagai pribadi yang ramah, murah senyum, dan sopan.
  • Keluarga Deden sangat berharap dia segera ditemukan dalam proses pencarian yang masih berlangsung.

Sosok Deden Maulana: Ramah dan Sopan di Mata Tetangga

Di kediaman Deden Maulana yang berlokasi di Jalan Mesir II RW 10, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, suasana haru terasa begitu kental.

Puluhan tetangga, kerabat, serta rekan kerja dari KKP berdatangan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga yang tengah dirundung duka.

Mamay (60), salah seorang tetangga dekat Deden, tak bisa menyembunyikan keterkejutannya mendengar kabar hilangnya pesawat yang ditumpangi Deden.

Ia menggambarkan Deden sebagai sosok yang selalu menyapa dengan ramah dan murah senyum kepada siapa pun.

"Baik, murah senyum dan kalau ketemu suka menyapa, sopan orangnya," ujar Mamay dengan nada lirih saat ditemui pada Minggu, 18 Januari 2026.

Terakhir kali Mamay bertemu dengan Deden adalah pada hari Kamis lalu, saat Deden mengantarkan anaknya berangkat sekolah.

Mamay kembali mengenang kebaikan Deden.

Ia bercerita bagaimana Deden selalu menunjukkan sikap ramah dan perhatian kepada tetangga.

Suatu ketika, saat suami Mamay sedang melakukan kegiatan di luar rumah, Deden yang kebetulan sedang membersihkan tandon air di kediamannya tak ragu menyapa.

"'Pak ngapain pak'. Baik banget orangnya (Deden)," kenang Mamay sambil menirukan gaya bicara Deden saat itu.

Peristiwa pilu ini tentu saja mengguncang hati Mamay dan tetangga lainnya.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID