Anomali Iran

fin.co.id - 17/01/2026, 06:00 WIB

Anomali Iran

Potret aksi demonstrasi di Iran yang sempat beredar di media sosial sebelum adanya pembatasan akses internet.--

"Pertengahan bulan depan. Kalau jadi," katanya.

"Tidak takut keadaan yang sedang panas?"

"Pertengahan Februari mungkin sudah reda".

"Bukan justru lebih panas?"

"Amerika tidak akan menyerang Iran".

"Kok begitu yakin?"

"Sekutu-sekutu Amerika sendiri kan sudah minta jangan menyerang Iran. Misalnya Arab Saudi, Qatar, sampai Oman".

Maksudnya: mereka khawatir serangan ke Iran akan membuat timur tengah dalam keadaan perang. Negara-negara itu akan terimbas langsung.

"Bukankah ekonomi Iran memburuk dan mata uangnya hancur?"

"Hancur itu kan kalau pakai dolar. Di sana tidak pakai dolar," ujar Muhsin.

"Tiga bulan lalu saya ke Lebanon. Hisbullah sudah sangat lemah di sana".

"Dukungan untuk Iran yang terbesar sekarang ini justru datang dari Iraq," jawabnya. "Membahas Iran tidak bisa pakai ukuran hegemoni global. Dalam politik internasional Iran itu anomali," katanya.

"Kalau Anda ke Iran lagi saya boleh ikut?"

"Terbalik," jawabnya. "Pak Dahlan yang ke Iran dan saya yang ikut". (*)

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca