fin.co.id - Aliansi Perguruan Tinggi BUMN (APERTI BUMN) memperluas kerja sama internasional dengan Alliance of Government-Linked Universities (GLU) Malaysia. Kolaborasi itu mencakup pertukaran mahasiswa lintas negara hingga riset strategis bersama di bidang dekarbonisasi dan transformasi digital.
Kerja sama tersebut ditandai dengan peluncuran GLU–APERTI BUMN Student Engagement Programme 2026, program mobilitas dan pengabdian sosial yang akan melibatkan 100 mahasiswa dari kawasan ASEAN. Sebanyak 40 mahasiswa berasal dari universitas anggota GLU Malaysia dan 60 mahasiswa dari perguruan tinggi anggota APERTI BUMN di Indonesia.
Ketua APERTI BUMN Prof. Iwa Garniwa, yang juga Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN), mengatakan program ini dirancang melampaui konsep pertukaran mahasiswa konvensional.
“Ini bukan sekadar kunjungan akademik atau seremoni. Mahasiswa akan bekerja dalam tim multinasional untuk merancang solusi nyata berbasis kebutuhan masyarakat dan tantangan kawasan,” ujar Iwa dalam keterangannya, Rabu, 14 Januari 2026.
Program tersebut dibagi dalam dua fase. Fase pertama dilakukan secara daring selama satu pekan, dengan fokus pada pembentukan tim lintas negara, diskusi inovasi, pendampingan, serta penyusunan proposal proyek Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis komunitas.
Fase kedua dilaksanakan secara luring melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa akan terlibat langsung dalam implementasi proyek CSR, kegiatan pengabdian masyarakat, tur edukasi, pertukaran budaya, hingga forum refleksi bersama.
Menurut Prof. Iwa, skema ini mencerminkan pergeseran paradigma mobilitas mahasiswa di kawasan ASEAN.
“Mobilitas tidak lagi sekadar hadir secara fisik, tetapi menjadi ruang co-creation solusi sosial lintas negara,” ucapnya.
Melalui program ini, mahasiswa APERTI BUMN juga didorong terlibat lebih luas dalam GLU Student Activities, platform kolaborasi mahasiswa ASEAN yang memperkuat jejaring regional.
Adapun sejumlah perguruan tinggi yang tergabung dalam APERTI BUMN turut terlibat dalam kerja sama ini. Di antaranya adalah Telkom University, Universitas Pertamina, Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI), ITPLN, Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) serta Politeknik Semen Indonesia (PoltekSI). Sementara itu, dari pihak GLU, universitas mitra yang berpartisipasi mencakup Universiti Teknologi PETRONAS (UTP), Universiti Tenaga Nasional (UNITEN), Multimedia University (MMU), dan Universiti Kuala Lumpur (UniKL).
Baca Juga
Selain bidang pendidikan, kolaborasi GLU–APERTI BUMN juga diperluas ke sektor riset strategis. Fokus riset bersama diarahkan pada dua pilar utama, yakni dekarbonisasi dan transformasi digital lintas disiplin.
Pada pilar dekarbonisasi, riset mencakup efisiensi energi, elektrifikasi, energi terbarukan, teknologi carbon capture, utilization and storage (CCUS), hingga pengembangan bahan bakar rendah karbon. Riset ini ditujukan untuk menekan emisi, menurunkan biaya energi, serta memperkuat ketahanan industri terhadap regulasi dan kebijakan pajak karbon.
Sementara itu, pilar transformasi digital menitikberatkan pemanfaatan cloud computing, data analytics, dan kecerdasan buatan (AI) untuk otomasi proses, peningkatan efisiensi biaya, percepatan pengambilan keputusan, serta penciptaan sumber pendapatan digital baru.
“Riset ini kami arahkan agar relevan dengan kebutuhan industri dan sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, terutama energi bersih, aksi iklim, dan kemitraan global,” kata Prof. Iwa.
Sejumlah perguruan tinggi anggota APERTI BUMN yang terlibat antara lain Telkom University, Universitas Pertamina, Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI), ITPLN, dan Politeknik Manufaktur Bandung. Dari pihak GLU, universitas mitra mencakup UTP, UNITEN, Multimedia University (MMU), dan UniKL.