Sebaliknya, di Indonesia, meskipun perbaikan terus dilakukan secara bertahap, sistem di lapangan masih dalam masa transisi.
"Sekarang statusnya masih on progress. Belum sepenuhnya satu pintu, jadi masih semi; ada yang sudah online, tapi sebagian lagi masih harus offline," keluh David.
Ia menambahkan, sebagai pelaku industri, pihaknya tentu patuh pada prosedur yang berlaku.
Namun, harapan besar tertuju pada kematangan sistem ini agar segera terwujud.
Perizinan Efisien Dongkrak Gairah Industri Live Show
Senada dengan pandangan David Ananda, pihak Folago Pro turut menyoroti dampak langsung efisiensi perizinan terhadap denyut nadi industri live show tahun ini.
Mereka optimis, dengan biaya perizinan yang lebih terukur dan transparan, harga tiket konser akan menjadi lebih kompetitif.
Kondisi ini diharapkan mampu menjangkau daya beli masyarakat yang saat ini sangat dinamis dan sensitif terhadap harga.
Baca Juga
Optimisme para promotor ini bukannya tanpa dasar yang kuat.
Mereka berkaca pada kesuksesan fenomenal konser Westlife yang baru-baru ini digelar.
Di Indonesia, tiket konser tersebut ludes terjual (sold out) jauh lebih cepat dibandingkan di Singapura, yang baru mencapai angka 75 persen.