Ekonomi . 13/01/2026, 19:32 WIB

Outlook Energi 2026: RI Siap Gaspol Transisi Energi di Tengah Krisis Global?

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Dunia energi tanah air sedang tidak baik-baik saja, namun peluang besar justru terbuka lebar. Menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi internasional, Indonesia kini berada di persimpangan jalan krusial untuk menentukan masa depan kemandirian energinya. Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) baru saja menggelar forum strategis "Kaleidoskop Energi: Refleksi Isu Energi 2025 dan Outlook 2026" di SCBD, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Sinergi Kebijakan Jadi Kunci Ketahanan Nasional

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Dadan Kusdiana, memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Ketidakpastian global dan proses transisi energi yang sedang berjalan menuntut sinergi kebijakan lintas sektor yang sangat ketat. Langkah ini menjadi harga mati demi menjaga ketahanan energi nasional agar tidak goyah oleh tekanan eksternal.

Dadan menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan strategi bertahan sekaligus menyerang dalam menghadapi tantangan ekonomi internasional. Pemerintah pusat kini fokus memperkuat fondasi agar pasokan energi tetap aman bagi masyarakat dan industri.

Refleksi 2025: Transisi Energi Bukan Sekadar Tren

Ketua Umum PYC, Dr. Filda C. Yusgiantoro, mengingatkan kembali bahwa tahun 2025 merupakan periode jatuh bangun dalam perjalanan transisi energi Indonesia. Isu utama bukan lagi sekadar soal berapa harga bensin atau listrik, melainkan bagaimana Indonesia mampu bersaing secara ekonomi di level global dengan energi yang berkelanjutan.

Keamanan nasional kini sangat bergantung pada keberlanjutan pasokan energi hijau. Filda menekankan bahwa daya saing ekonomi masa depan akan ditentukan oleh seberapa cepat dan tepat Indonesia melakukan transformasi dari energi fosil ke energi yang lebih ramah lingkungan.

Arah Baru 2026: Mandiri Energi atau Tergilas?

Memasuki tahun 2026, fokus pemerintah bergeser pada penguatan bauran energi nasional. Outlook Energi Nasional 2026 memproyeksikan lonjakan kebutuhan energi yang signifikan seiring pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, prioritas strategis kini menyasar pada kemandirian energi agar Indonesia tidak terus-menerus bergantung pada impor.

Diskusi panas di Soehanna Hall ini juga melibatkan suara dari Bappenas, Kementerian Luar Negeri, hingga Pertamina Energy Institute. Mereka sepakat bahwa diplomasi energi di panggung internasional akan menjadi kunci untuk mengamankan posisi Indonesia sebagai pemain utama, bukan sekadar penonton di tengah perubahan lanskap energi dunia. (*)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id