Tidak ketinggalan, pemeliharaan JLO pada ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (Terpeka) juga menjadi bagian dari komitmen HKA.
Namun, kontribusi HKA tidak berhenti di sektor jalan tol saja.
Perusahaan juga terlibat dalam proyek non-jalan tol yang tak kalah pentingnya.
Pengaspalan Proving Ground BPLJSKB Bekasi menunjukkan diversifikasi keahlian HKA.
Proyek prestisius lainnya adalah pengaspalan Design and Build Underground Section Proyek MRT Fase II.
Bahkan, area terminal Bandara Soekarno-Hatta pun menjadi bukti nyata peran HKA dalam pembangunan infrastruktur nasional melalui pengaspalan.
Tak lupa, pengaspalan akses Bandara Soekarno-Hatta turut memperluas jejak HKA.
"Keterlibatan ini memperluas portofolio HKA di luar jalan tol dan memperkuat kontribusi perusahaan pada infrastruktur nasional," ungkap Rozi.
Data dari HKA menunjukkan bahwa capaian terhadap proyek-proyek baru sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp 1,3 Triliun (unaudited).
Angka ini mengalami kenaikan sebesar 15% dari target RKAP 2025 yang dipatok sebesar Rp 1,1 Triliun.
Baca Juga
Peningkatan tajam pada portofolio proyek baru ini mengindikasikan kepercayaan pasar yang semakin besar terhadap kapabilitas HKA.
TJSL dan Pengakuan Prestisius
Lebih dari sekadar performa bisnis, HKA juga menunjukkan komitmennya pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Sepanjang 2025, berbagai program TJSL dijalankan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut meliputi bantuan signifikan dalam penanganan bencana banjir di Sumatera dan Bekasi.