Ragam . 02/01/2026, 22:00 WIB

PLN EPI Gandeng Greenery Korea: Gebrakan Bioenergi 2026 demi Amankan Pasokan Biomassa Nasional!

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Awal tahun 2026 dibuka dengan kabar besar yang bakal mengubah peta energi di Indonesia! PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) baru saja tancap gas memperkuat transisi energi nasional. Tidak tanggung-tanggung, mereka menggandeng raksasa konsultan asal Korea Selatan, Greenery Inc., untuk menyulap sektor bioenergi menjadi mesin utama penurunan emisi tanah air.

Langkah ini bukan sekadar seremoni biasa. Kolaborasi internasional ini merupakan strategi "jemput bola" untuk memastikan program cofiring di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN tidak kekurangan bahan baku. Dengan target ambisius Net Zero Emissions 2060, PLN EPI sadar betul bahwa mereka butuh rantai pasok biomassa yang tangguh dan berkelanjutan agar transisi energi tidak sekadar menjadi wacana di atas kertas.

Strategi PLN EPI: Ubah Limbah Jadi Emas Lewat Rantai Pasok Biomassa

Direktur Bioenergi PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan bahwa biomassa adalah senjata rahasia yang paling strategis saat ini. Mengapa? Karena teknologi ini bisa langsung kita terapkan pada infrastruktur pembangkit yang sudah ada tanpa perlu membangun pabrik baru dari nol. Namun, Hokkop mengingatkan bahwa kunci keberhasilannya terletak pada kepastian pasokan dan tata kelola yang profesional.

Melalui nota kesepahaman yang diteken di Jakarta pada 2 Januari 2026 ini, PLN EPI dan Greenery sepakat membangun kerangka kerja besar. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas bahan bakar dan mengeksplorasi mekanisme karbon lintas negara. Hokkop menekankan bahwa residu pertanian atau limbah industri tidak boleh lagi kita pandang sebelah mata.

“Kita harus mengkapitalisasi produk biomassa dan turunannya menjadi barang bernilai tambah. Ini bukan cuma soal energi, tapi juga menyentuh sektor pangan dan industri bioenergi secara luas,” ujar Hokkop. Langkah ini selaras dengan misi pemerintah untuk memperkokoh ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Inovasi Karbon Rendah: Riset Bukan Lagi Sekadar Teori

Satu hal yang bikin kolaborasi ini terasa sangat serius adalah keterlibatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dudi Iskandar, Leader of Research Group dari BRIN, menyatakan bahwa riset karbon rendah harus keluar dari laboratorium dan memberikan dampak nyata di lapangan. Tanpa ekosistem yang melibatkan PLN EPI, mitra internasional seperti Greenery, dan universitas, inovasi hanya akan menjadi tumpukan dokumen.

Kerja sama ini mencakup pengembangan teknologi mutakhir, kajian ekonomi karbon, hingga sistem pengukuran emisi yang super akurat. Harapannya, pemerintah memiliki data yang kuat untuk menentukan strategi pengurangan emisi yang terukur, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari perdagangan karbon.

Indonesia Jadi Model Bioenergi Dunia: Korea Selatan Optimis!

Perwakilan Greenery Inc., Seijin Kim, memberikan testimoni yang cukup mengejutkan. Meski sudah menangani banyak proyek di berbagai negara, bagi Greenery, Indonesia adalah tempat yang paling tepat untuk menjadi model kolaborasi transisi energi global. Kim melihat momentum di Indonesia sedang berada di titik puncak.

Penelitian awal tim Greenery ditargetkan rampung pada awal Januari 2026 ini, yang kemudian bakal berlanjut ke riset utama tahun depan. "Proyek ini tidak hanya soal energi, tapi juga mencakup aspek kesehatan dan pembangunan komunitas. Kami melihat Indonesia sudah sangat siap," tegas Kim penuh optimisme.

Integrasi Lintas Sektor: Kekuatan Ekonomi Baru Indonesia

Senada dengan hal tersebut, Chairman PT Internasional Digital Sustainability Consulting, Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin, menilai integrasi lintas sektor adalah "nyawa" dari kerja sama ini. Pendekatan ini menggabungkan sektor energi, industri, dan pembangunan wilayah secara bersamaan. Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, Indonesia punya tiket emas untuk memimpin pasar ekonomi karbon di level global.

Melalui penguatan rantai pasok biomassa yang berkelanjutan, PLN EPI tidak hanya menjaga nyala lampu di rumah kita, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru di daerah-daerah penghasil residu pertanian. Transfer teknologi dari Korea Selatan diharapkan mampu mempercepat peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal dalam mengelola bioenergi secara mandiri.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id