Ragam . 31/12/2025, 13:33 WIB
fin.co.id - Kabar gembira datang dari bumi Serambi Mekkah! PT Hutama Karya (Persero) baru saja menyelesaikan misi krusial untuk memulihkan urat nadi transportasi di Kabupaten Aceh Tenggara. Saat bencana memutus akses, aktivitas ekonomi warga praktis lumpuh total. Namun kini, Anda tidak perlu khawatir lagi. Hutama Karya sukses merampungkan pemasangan dua jembatan darurat tipe Bailey pada ruas Jalan Lintas Tengah Kutacane–Blangkejeren yang sempat terputus akibat terjangan bencana alam.
Kehadiran dua infrastruktur ini bukan sekadar soal jalan, melainkan soal keberlangsungan hidup ribuan warga. Arus logistik yang sempat terhambat kini kembali mengalir deras. Langkah cepat BUMN infrastruktur ini menjadi bukti nyata bahwa pemulihan pascabencana menjadi prioritas utama untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Mobilitas masyarakat kini kembali normal, dan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau lokasi-lokasi terdampak tanpa hambatan berarti.
Pembangunan ini menyasar dua titik paling vital di koridor Lintas Tengah. Pertama, Jembatan Bailey Mengkudu sepanjang 36 meter yang berlokasi di Desa Katimaju, Kecamatan Darul Hasanah. Jembatan ini sudah bisa masyarakat lintasi sejak Selasa (23/12) setelah melalui proses pengerjaan intensif selama 15 hari. Dengan lebar efektif 3,7 meter dan tinggi truss 2,4 meter, jembatan ini siap menopang beban hingga 40 ton. Artinya, truk angkutan logistik bisa melintas dengan aman tanpa rasa was-was.
Titik kedua yang tidak kalah penting adalah Jembatan Bailey Penanggalan di Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe. Memiliki bentang lebih panjang mencapai 48 meter, jembatan ini rampung hanya dalam durasi 6 hari kerja dan mulai beroperasi Minggu (28/12) kemarin. Meskipun bersifat sementara (darurat), Jembatan Penanggalan memiliki kekuatan tinggi truss 3,25 meter dengan kapasitas beban maksimum 40 ton. Ketangguhan ini memastikan distribusi kebutuhan dasar warga tetap terjaga selama masa transisi pemulihan.
Hutama Karya tidak hanya fokus pada jembatan. Untuk meminimalisir risiko bencana susulan, tim di lapangan melakukan pekerjaan teknis yang cukup kompleks. Di sekitar Sungai Jembatan Natam, perusahaan membuat tanggul dan pengalihan aliran sungai agar luapan air tidak kembali memutus akses yang menghubungkan Kecamatan Badar menuju Kecamatan Darul Hasanah. Pengalihan aliran sungai ini diarahkan ke bawah jembatan lama untuk menjaga kestabilan timbunan jalan baru.
Pekerjaan normalisasi sungai juga menyasar wilayah Simpur Jaya. Tujuannya jelas: memperlancar arus air dan mempercepat pembersihan material sisa banjir yang menyumbat. Selain itu, Hutama Karya juga membuka jalan akses baru pada ruas Kutacane–Gayo Lues serta melakukan pembersihan lumpur dan longsoran di Jalan Akses Ketambe dan Jalan Naga Kesiangan. Bahkan, akses pada titik permukiman seperti Tangsaran, Tetumpun, Ise-ise, dan Rikit Gaib kini sudah terbuka kembali sehingga warga bisa beraktivitas seperti sedia kala.
Pencapaian kilat ini tentu tidak terjadi secara ajaib. Hutama Karya mengerahkan kekuatan penuh dengan pola kerja 12 jam setiap harinya. Sebanyak 10 personel ahli berjibaku melakukan perakitan modul Bailey, pembentukan oprit, hingga pemasangan lantai jembatan. Dukungan alat berat seperti crane berkapasitas 50 ton dan excavator menjadi kunci utama ketepatan waktu pekerjaan di lapangan.
Meskipun pekerjaan berlangsung secara masif, arus lalu lintas tetap berjalan dengan sistem buka-tutup secara bergiliran. Hutama Karya tidak melakukan pembatasan jam lintas guna memastikan masyarakat tetap bisa bergerak. Pengamanan area kerja dan penempatan rambu-rambu keselamatan menjadi standar wajib untuk melindungi para pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi proyek darurat tersebut.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa pemasangan jembatan Bailey ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan akses darat pascabencana. "Kembali berfungsinya ruas Lintas Tengah di dua titik tersebut membuat mobilitas warga dan distribusi logistik diharapkan kembali lancar pada masa tanggap darurat hingga transisi pemulihan," ujarnya.
Dengan rampungnya kedua jembatan ini, Aceh Tenggara kini siap bangkit kembali. Konektivitas yang pulih menjadi modal utama bagi masyarakat untuk memperbaiki keadaan pascabencana. Hutama Karya sekali lagi membuktikan perannya bukan hanya sebagai kontraktor jalan tol, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam penanganan infrastruktur darurat demi kepentingan publik. (*)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id