Namun, kerja detil tetap membutuhkan sentuhan manual. Personel TNI dan staf PU bahu-membahu menggunakan sekop, plastik bag, sikat, alat pel, hingga gerobak arko untuk membersihkan sisa-sisa kotoran di sudut ruangan kelas. Tujuannya satu: memastikan lingkungan sekolah benar-benar steril dan nyaman sebelum siswa kembali masuk sekolah pascabencana.
Menjaga Psikososial Anak-anak Melalui Sarana Pendidikan yang Pulih
Langkah cepat Kementerian PU ini bukan hanya soal infrastruktur fisik. Kehadiran pemerintah di lapangan memberikan rasa aman dan stabilitas psikososial bagi anak-anak korban bencana. Dengan melihat sekolah mereka kembali bersih, kepercayaan masyarakat terhadap masa depan pascabencana Aceh Tamiang akan semakin kuat. Pemerintah menjamin infrastruktur dasar akan pulih total untuk melayani masyarakat secara optimal.
Aksi kolaboratif ini menjadi bukti bahwa negara hadir di tengah kesulitan rakyat. Kita tentu berharap proses belajar mengajar bisa segera dimulai kembali tanpa hambatan berarti. Tetap pantau perkembangan terbaru pemulihan Aceh hanya di sini! (*)