Jadi Miniatur Indonesia, Desa Sodong Tigaraksa Raih Penghargaan di Ajang Desa Award

fin.co.id - 15/12/2025, 10:41 WIB

Jadi Miniatur Indonesia, Desa Sodong Tigaraksa Raih Penghargaan di Ajang Desa Award

Kepala Desa Sodong Dony Bambang Priyangga. (Poto: Rikhi Ferdian)

fin.co.id -  Pemerintah Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, baru saja meraih penghargaan di ajang Desa Award yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang.

Penghargaan diberikan pada tiga bidang yakni bidang pemerintahan, sosial, dan kolaborasi.

"Alhamdulillah kami baru saja meraih penghargaan di ajang Desa Award dan penghargaan ini tak bisa tercapai tanpa tangan-tangan banyak orang mulai dari perangkat desa, warga, dan juga mitra desa," ujar Kepala Desa Sodong Dony Bambang Priyangga, Senin 15 Desember 2025.

Kolaborasi Seperti "Hexahelix", Banyak Tangan, Satu Tujuan

Doni Bambang menjelaskan, yang membuat Desa Sodong menonjol di bidang kolaborasi adalah penerapan pendekatan hexahelix – kerja sama yang melibatkan enam elemen yakni pemerintahan, akademisi, pengusaha, media, komunitas teknologi, dan komunitas budaya.

"Tim penilai dari DPMPD memang tidak mengumumkan indikator penilaian secara detail karena mereka langsung mengunjungi dan mengevaluasi setiap aspek di Desa Sodong dan penghargaan ini menjadi bukti bahwa sebuah kolaborasi di desa kami memang berjalan," tuturnya.

Sementara, di bidang sosial, yang membuat Desa Sodong berbeda adalah gerakan Gera Bina Saudara yang punya program konkrit. Salah satunya adalah celengan yatim yang disebarkan ke setiap rumah di desa.

"Uang dikumpulkan melalui celengan di setiap rumah dan di bulan Muharram dibagikan ke anak yatim di desa. Tahun kemarin saja, program ini berhasil mengumpulkan Rp80 juta," ujarnya.

Selain itu, sambung Doni Bambang, ada juga gerakan peduli kematian. Setiap ada warga yang meninggal, relawan langsung berkunjung door to door untuk mengumpulkan bantuan.

"Biasanya, dalam enam hari, bantuan yang terkumpul bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta untuk keluarga yang ditinggalkan," imbuhnya.

Pemerintahan yang Transparan, Dimulai dari Morning Briefing

Untuk bidang pemerintahan, Desa Sodong menerapkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan partisipatif – dengan prinsip musyawarah mufakat, keterbukaan, dan keadilan. Keberhasilan ini dibangun dari dasar. Setiap Jumat pagi, semua perangkat desa mengikuti morning briefing sambil sarapan gratis.

"Setelah makan, kita bersama-sama membaca visi, misi, dan program unggulan desa," kata Kepala Desa. Tujuan? Agar setiap orang tahu tujuan yang ingin dicapai, dan bekerja bersama untuk mencapainya," ulasnya.

Eduwisata, Dari Lahan Kosong Jadi Ikon Desa

Lebih lanjut Doni menuturkan, diantara enam program unggulan desa, eduwisata menjadi yang paling banyak disoroti. Awalnya, hanya memanfaatkan lahan kosong yang dibiarkan terlantar – tapi sekarang, tempat itu menjadi pusat pendidikan berbasis alam yang dikunjungi oleh siswa, mahasiswa, bahkan pengunjung dari luar kota.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID