Pengalaman pasien juga menggambarkan tantangan diagnosis. Salah satunya dialami oleh Steven Tafianoto Wong, yang merasakan gejala selama lima bulan sebelum mendapat kepastian diagnosis. Ia telah menjalani pengobatan menggunakan obat oral, injeksi, hingga terapi biologis, dan menilai terapi biologis sebagai metode yang paling efektif untuk kondisinya.
Stres ikut memperburuk kondisi
Ari mengingatkan bahwa hubungan otak dan usus sangat kuat. Stres berat dapat memicu peradangan dan memperburuk kondisi IBD. Karena itu, dukungan keluarga dan lingkungan sangat membantu pasien dalam menghadapi perjalanan pengobatan jangka panjang.
Dengan pemahaman masyarakat yang semakin baik, dokter berharap pasien dapat menjaga kualitas hidupnya melalui pengobatan teratur, manajemen stres, serta penerapan pola hidup sehat. IBD mungkin bersifat kronis, tetapi bukan berarti tidak dapat dikendalikan. Kuncinya ada pada deteksi dini dan konsistensi perawatan. (ANTARA)