Dampak terapi kombinasi ini sudah terlihat jelas di Korea Selatan. Prof. Kang Seok Min, MD., Ph.D., Ketua Korean Society of Cardiology, memaparkan data menarik. "Laju resep terapi kombinasi Ezetimibe meningkat dari 4,5% pada 2016 menjadi 22,5% pada 2020," ungkapnya. Dampaknya langsung terasa pada tingkat keberhasilan pengobatan: tingkat pencapaian target LDL-C melonjak dari 41,4% menjadi 62,5% dalam periode yang sama.
“Bagi pasien risiko tinggi, memulai terapi kombinasi tanpa menunda adalah kunci untuk hasil yang lebih baik,” tegas Prof. Kang Seok Min. Ini adalah insight penting yang harus Anda sampaikan kepada dokter Anda.
Komitmen Daewoong untuk Kualitas Hidup Pasien
Peluncuran terapi inovatif ini juga merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Daewoong. Baik In Hyun, Head of Indonesia Business Division sekaligus Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, menyampaikan ambisi perusahaan. “Peluncuran ini menunjukkan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan menyediakan terapi yang terbukti secara ilmiah, melalui kolaborasi erat dengan para profesional medis,” ujarnya.
Daewoong tidak akan berhenti di sini. Mereka berencana memperluas portofolio terapi inovatif untuk kondisi kronis lain seperti diabetes, hipertensi, dan gagal jantung, sambil terus memperkuat kerja sama riset dengan PERKI dan pakar internasional. Dengan hadirnya produk kombinasi tiga dosis ini, akses pasien di seluruh Indonesia terhadap terapi penurun kolesterol yang canggih dan agresif kini semakin terbuka lebar. Jangan sampai Anda ketinggalan revolusi penting dalam upaya pencegahan penyakit jantung ini! (*)