BIKIN NGAKAK! Operasi Zebra Jakarta Selatan Beri Sanksi 'Unik' Baca Pancasila, Penindakan ETLE Tembus 850 Kasus!

fin.co.id - 20/11/2025, 22:00 WIB

BIKIN NGAKAK! Operasi Zebra Jakarta Selatan Beri Sanksi 'Unik' Baca Pancasila, Penindakan ETLE Tembus 850 Kasus!

Seorang pengemudi motor yang terkena terjaring razia saat operasi zebra 2025, diberikan sanksi baca pancasila karena melanggar lalu lintas

fin.co.id - Operasi Zebra di Jakarta Selatan beri sanksi unik baca Pancasila/nyanyi lagu kebangsaan bagi pelanggar, sementara penindakan ETLE sudah mencapai 850 kasus.

Jangan Kaget! Melanggar Lalu Lintas di Jaksel? Siap-Siap Ujian Nasional Baca Pancasila!

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Selatan sedang menggelar Operasi Zebra 2025 dengan gebrakan yang menarik perhatian publik. Selain penindakan hukum yang tegas, operasi kali ini menyuguhkan sanksi yang sangat unik dan edukatif bagi para pelanggar: membaca Pancasila hingga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya!

Operasi yang berlangsung di kawasan Kebayoran Lama ini menjadi trending topic karena pendekatannya yang berbeda. Kasat Lantas Jakarta Selatan, Mujiyanto, menjelaskan bahwa hari ini, Kamis (20/11/2025), kegiatan Operasi Zebra mereka pusatkan di Jalan Ciputat Raya, tepatnya di samping Polsek Kebayoran Lama. Tujuannya bukan hanya menilang, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kebangsaan di tengah ketertiban berlalu lintas.

Kami melihat kegiatan ini sebagai upaya untuk menyadarkan para pelanggar bahwa mereka adalah bagian dari putra bangsa yang harus menaati aturan. "Kita imbau peneguran, kemudian kita beri sanksi untuk baca Pancasila atau menghapal lagu Indonesia Raya ataupun lagu yang lain biar supaya menumbuhkan kesadaran bahwa putra bangsa harus menaati aturan lalu lintas," kata Mujiyanto.

Pendekatan ini menjamin pelanggar mendapat teguran yang berkesan dan bersifat mendidik, tidak hanya denda finansial semata.

ETLE Mobile Jadi Senjata Utama! Ratusan Pelanggaran Terekam dalam Hitungan Jam

Meskipun ada sanksi edukatif yang unik, fokus utama Operasi Zebra tetap diarahkan pada penindakan pelanggaran berat, terutama melawan arus. Untuk menjaring pelanggar secara efektif, polisi menyiagakan kamera ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) mobile di sekitar lokasi operasi.

Kasat Lantas Mujiyanto menegaskan, penindakan menggunakan teknologi adalah prioritas. "Untuk target operasi tetap sama, terutama penindakan menggunakan ETLE mobile untuk mengantisipasi lawan arus," ujarnya. Penggunaan ETLE mobile menjamin penindakan berjalan objektif dan meminimalkan interaksi langsung yang bisa menimbulkan perdebatan di jalan.

Efektivitas kamera ETLE mobile ini memang tidak diragukan lagi. Sejak pagi hingga siang hari operasi berlangsung, kamera canggih ini berhasil menangkap ratusan pelanggaran lalu lintas. Mujiyanto menyebutkan, "Dari pagi tadi sampai jam sekian sudah ter-capture 340-an."

Jenis-jenis pelanggaran yang terekam kamera mencakup beberapa kasus krusial yang mengancam keselamatan: pengendara tidak memakai helm, tidak memasang pelat nomor, hingga pelanggaran yang paling berbahaya, yaitu melawan arus. Tingginya angka penindakan ini menunjukkan bahwa kesadaran berlalu lintas di Jakarta Selatan masih perlu ditingkatkan secara drastis.

Bukan Cuma Dihukum, Pengendara Tertib Dapat Hadiah Istimewa!

Selain penindakan otomatis melalui ETLE dan sanksi edukatif yang menarik, petugas di lapangan juga melakukan teguran langsung. Mereka menemukan beberapa pelanggar yang tidak memakai helm, pengendara yang masih di bawah umur, dan kendaraan yang tidak memasang pelat nomor depan maupun belakang secara lengkap.

Di satu sisi, polisi memberikan hukuman yang mendidik; di sisi lain, mereka juga memberikan apresiasi bagi masyarakat yang sudah tertib. Petugas bekerja sama dengan PT Jasa Raharja membagikan helm gratis bagi pengendara yang dinilai tertib berlalu lintas.

Ini adalah strategi reward and punishment yang efektif. Mujiyanto menjelaskan, "Betul, kita bekerja sama dengan PT Jasa Raharja dipilih pengendara motor yang lengkap. Karena lengkap juga surat-suratnya kita kasih apresiasi helm dari Jasa Raharja." Tindakan ini mengirimkan pesan kuat kepada publik: kepatuhan bukan hanya kewajiban, tetapi juga dihargai.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID