Menteri PU Dody Hanggodo: Infrastruktur Tangguh Jadi Benteng Ketahanan Nasional dan Lingkungan

fin.co.id - 04/11/2025, 18:23 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo: Infrastruktur Tangguh Jadi Benteng Ketahanan Nasional dan Lingkungan

Menteri PU Dody Hanggodo tegaskan infrastruktur berkelanjutan jadi kunci ketahanan nasional dan kesejahteraan rakyat

fin.co.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa infrastruktur berkelanjutan merupakan pondasi penting untuk memperkuat ketahanan nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pesan itu ia sampaikan saat membuka 5th International Conference on Sustainable Infrastructure and Built Environment (SIBE) di Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa, 4 November 2025.

Menurut Menteri Dody, pembangunan infrastruktur tidak sekadar upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi, melainkan juga bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya. Ia menekankan bahwa kekuatan sebuah bangsa tak hanya bergantung pada kemampuan militernya, tetapi juga pada seberapa tangguh infrastrukturnya dalam menghadapi tantangan zaman.

“Infrastruktur adalah pertahanan sipil yang tak kalah penting dari kekuatan militer. Infrastruktur menghubungkan wilayah, menjaga kesatuan masyarakat, dan menjadi bukti bahwa negara hadir untuk rakyatnya,” ujar Dody.

Infrastruktur Jadi Pilar Ketahanan Nasional

Menteri Dody menjelaskan, Kementerian PU memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat ketahanan nasional melalui tiga pilar utama: pangan, air, dan energi.

Dalam aspek ketahanan pangan, kementerian fokus membangun serta memperkuat bendungan dan jaringan irigasi agar pasokan air pertanian terjamin sepanjang tahun. Sementara di sektor air, Kementerian PU terus memperluas sistem penyediaan air baku dan air minum ke berbagai daerah, sekaligus meningkatkan pengelolaan sanitasi agar masyarakat memperoleh layanan yang layak dan berkelanjutan.

Untuk sektor energi, Dody menyebut pihaknya mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan. Salah satunya melalui pembangunan bendungan multifungsi yang tidak hanya berperan dalam pengairan, tapi juga terintegrasi dengan pembangkit listrik tenaga air dan surya. Ia juga menyoroti inisiatif pengolahan limbah menjadi energi bersih sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.

Sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045

Arah kebijakan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang dijalankan Kementerian PU, lanjut Dody, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang diusung Presiden Prabowo Subianto dalam program Asta Cita.

Kementerian PU menerjemahkan semangat tersebut melalui langkah konkret PU608, yang berfokus pada ketahanan pangan, air, dan energi. Menurut Dody, visi besar Presiden Prabowo menekankan pentingnya protect first, prosper next — bahwa kesejahteraan rakyat harus diawali dengan perlindungan dan kemandirian nasional di sektor-sektor strategis.

“Presiden Prabowo menegaskan bahwa kedaulatan dimulai dari kemampuan bangsa melindungi rakyatnya. Ketahanan pangan, energi, dan air adalah kunci menuju kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujar Dody.

Infrastruktur untuk Manusia, Bukan Sekadar Bangunan

Lebih lanjut, Menteri Dody menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada angka atau proyek semata. Ia menyebut bahwa setiap jembatan, jalan, dan bendungan memiliki nilai sosial yang lebih besar — yaitu mengangkat derajat hidup masyarakat.

“Infrastruktur bukan monumen kekuasaan, melainkan fondasi kepercayaan. Pembangunan sejati tidak diukur dari apa yang kita bangun, tapi dari siapa yang kita bantu naik derajatnya,” tutup Dody.

Pesan Dody ini menegaskan arah baru pembangunan infrastruktur Indonesia: berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada manusia. Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan riset seperti yang digagas lewat forum SIBE, pemerintah berkomitmen menjadikan infrastruktur sebagai motor utama ketahanan nasional sekaligus alat untuk menciptakan kesejahteraan yang merata.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID