Kisruh PB PSTI Makin Panas, Gerakan Sepak Takraw Menggugat Desak Kemenpora Batalkan Hasil Munaslub

fin.co.id - 04/11/2025, 17:43 WIB

Kisruh PB PSTI Makin Panas, Gerakan Sepak Takraw Menggugat Desak Kemenpora Batalkan Hasil Munaslub

Kisruh PB PSTI makin panas. Gerakan Sepak Takraw Menggugat desak Kemenpora batalkan hasil Munaslub yang dianggap langgar AD/ART dan sarat kepentingan - Istimewa -

Lebih parah lagi, beberapa provinsi tidak diikutsertakan tanpa penjelasan tertulis. Hal ini memicu protes keras dari sejumlah peserta, termasuk calon ketua umum Rudianto Manurung, yang kemudian memilih keluar dari forum karena merasa dirugikan.

Gerakan ini menuding adanya upaya sistematis, terstruktur, dan masif untuk memenangkan calon tertentu, yaitu Suryanto, tanpa mematuhi aturan AD/ART PB PSTI. “Kami menduga tim karateker dan panitia penjaringan sengaja mengatur hasil sidang demi kepentingan kelompok tertentu,” tegas Irwansyah, koordinator lapangan Gerakan Sepak Takraw Menggugat.

Dorongan untuk Penyelamatan Sepak Takraw Indonesia

Kisruh ini bukan hanya persoalan politik organisasi, tetapi juga menyangkut masa depan olahraga sepak takraw di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, prestasi olahraga tradisional ini memang menurun drastis. Indonesia bahkan absen di sejumlah ajang internasional akibat konflik internal di tubuh PB PSTI.

Padahal, sepak takraw pernah jadi salah satu cabang unggulan Indonesia, dengan raihan medali emas di SEA Games dan Asian University Games. Karena itu, para pegiat olahraga ini mendesak pemerintah turun tangan agar PB PSTI kembali normal dan bisa berfokus pada pembinaan atlet serta pengembangan prestasi.

“Sepak takraw adalah kebanggaan bangsa. Jangan biarkan konflik internal menghancurkan masa depan atlet dan nama baik Indonesia,” kata Irwansyah.

Gerakan Sepak Takraw Menggugat juga menegaskan akan terus mengawal proses hukum dan administratif hingga pemerintah dan KONI Pusat mengambil langkah tegas. Mereka menilai penyelamatan PB PSTI adalah langkah penting demi mengembalikan marwah olahraga nasional yang kini tengah terpuruk akibat kisruh berkepanjangan. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID