“Bangsa ini perlu kompetensi baru untuk mengisi transisi energi. Melalui FGD seperti ini, kami berharap mendapat banyak masukan agar bisa merumuskan kurikulum dan silabus yang tepat,” tuturnya.
FGD yang digelar ITPLN ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri ketenagalistrikan nasional. “Kami makin tumbuh, makin berani tampil. Karena itu kami ingin berkolaborasi dan membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan energi masa depan,” ujar Iwa menutup sambutannya. (*)