Sahabat Baru
Saya mengenalnya di makan malam bersama. Di malam pertama saya di Syria. Di resto eksklusif bintang lima. Lantai atasnya full music –"lagi ada tamu penting dari Saudi Arabia".
Matahari kian petang. Makanan di meja pun tersaji. Luar biasa banyaknya –dan lezatnya. Anak sulung yang di Jerman ikut bergabung makan. "Ia baru saja tiba dari Jerman," ujar Belal memperkenalkan si sulung.
Makan siang pun dimulai ketika magrib tidak lama lagi tiba. Saat kami berpamitan Belal minta agar kami terus berhubungan sebagai sahabat.
Sudah banyak negara saya kunjungi. Belum tentu saya dapat satu teman di satu kunjungan. Syria ternyata beda. Sekali datang satu sahabat terbentang. (Dahlan Iskan)
Berita Terkait
Catatan Dahlan Iskan
Kebatinan Joao
Catatan Dahlan Iskan
Moral Pusbatara
Catatan Dahlan Iskan