Catatan Dahlan Iskan . 26/09/2025, 06:00 WIB
Tak lama setelah menjabat presiden Syria ia bisa bertemu Presiden Amerika Donald Trump. Di Riyadh. Trump memuji Al Sharaa tinggi-tinggi: Al Sharaa adalah muda, brilian, ganteng, orang baik.
Anda sudah tahu: Al Sharaa hari-hari ini berada di Amerika Serikat. Di New York. Pidato di PBB. Bertemu Menlu Amerika Marco Rubio –menagih pelaksanaan pencabutan sanksi Amerika yang dijanjikan Trump di Riyadh.
Secara formal sanksi itu memang belum dicabut. Tapi di lapangan orang seperti sudah melupakannya kalau pernah ada.
Syria –Tanah Sham– begitu jaya di masa lama. Tidak ingin perang lagi. Ia putus hubungan dengan Iran. Ia mulai jalin hubungan dengan Israel.
Kesan umum di Damaskus: rakyat sudah jenuh dengan suasana perang. Mereka seperti berlomba lari mengejar masa lalu yang ada di depan sana. (Dahlan Iskan)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id