PLN EPI Dorong Generasi Muda Siapkan Diri Hadapi Transisi Energi

fin.co.id - 17/09/2025, 23:12 WIB

PLN EPI Dorong Generasi Muda Siapkan Diri Hadapi Transisi Energi

PLN EPI dorong generasi muda siap menghadapi transisi energi bersih sambil memperkuat ketahanan energi nasional.

Intinya:

  1. Persiapan Generasi Muda untuk Transisi EnergiPLN EPI menekankan pentingnya generasi muda mempersiapkan diri menghadapi perubahan sektor energi, terutama dalam peralihan ke energi bersih sambil menjaga ketahanan energi nasional.
  2. Pengelolaan Energi dan BiomassaPLN EPI mengelola batu bara, gas, LNG, BBM, dan mengembangkan biomassa dengan target 3 juta ton, termasuk digitalisasi rantai pasok untuk efisiensi dan pengembangan bioenergi.
  3. Peluang Inovasi di Energi Terbarukan – Dalam RUPTL 2025-2034, PLN menargetkan 76% pembangkit dari energi terbarukan dan mendorong generasi muda berinovasi di bidang wind turbine, solar, geothermal, hidro, dan bioenergi.

fin.co.id – Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Rakhmad Dewanto, menekankan urgensi bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar di sektor energi. Peralihan menuju energi bersih sekaligus menjaga ketahanan energi nasional menjadi fokus utama dalam strategi ini.

Pernyataan itu disampaikan Rakhmad dalam CNN Indonesia Leadership Forum bertajuk “Responding to Challenges: Building Young Leaders for Indonesia’s Future”, yang berlangsung di Auditorium Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Peralihan Energi: Tantangan dan Peluang

“Ke depan kita memang menuju energi baru terbarukan. Namun peralihan ini membutuhkan proses. Energi fosil tetap dibutuhkan dan akan berkurang secara bertahap,” jelas Rakhmad. Ia menambahkan, dinamika energi global menuntut setiap negara untuk tidak hanya fokus pada perubahan iklim dan keberlanjutan energi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi.

“Saat ini semua negara berlomba-lomba mengamankan pasokan energinya masing-masing. Kemandirian energi yang digaungkan Presiden bukan sekadar jargon, tetapi menjadi kenyataan,” imbuhnya.

Rakhmad memaparkan tren global, di mana permintaan minyak diperkirakan mencapai puncak pada 2030, sementara batu bara mulai menurun. Di Indonesia, konsumsi batu bara tetap stabil karena kebutuhan energi yang terus meningkat dan optimasi biaya pokok pembangkitan yang memperhatikan daya beli masyarakat. Gas diperkirakan tumbuh hingga 2050 melalui teknologi carbon capture dan cofiring hydrogen, sementara biomassa menjadi alternatif energi baru yang menjanjikan.

Pengelolaan Energi dan Biomassa

PLN EPI saat ini mengelola hampir 100 juta ton batu bara, sekitar 1.400 juta kaki kubik gas dan LNG per hari, 4 juta kiloliter BBM, serta mengembangkan bioenergi berbasis biomassa dengan target 3 juta ton. Upaya ini untuk memastikan rantai pasok energi tetap efisien di tengah pertumbuhan ekonomi dan populasi yang meningkat.

“Potensi biomassa dari limbah pertanian, limbah industri, dan hutan tanaman energi di Indonesia mencapai 130 juta ton per tahun,” jelas Rakhmad. Untuk mempercepat pengembangan ekosistem biomassa, PLN EPI menjalin kerja sama dengan mitra strategis, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor, termasuk melalui digitalisasi rantai pasok biomassa melalui aplikasi khusus.

Energi Terbarukan dan Peluang bagi Generasi Muda

Dalam Roadmap Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, PLN menargetkan 76% pembangkit listrik berasal dari energi terbarukan dalam 10 tahun ke depan. Energi fosil tetap dimanfaatkan sebagai penyeimbang, khususnya gas, sedangkan batu bara diarahkan untuk pembangkit mulut tambang. PLN juga merencanakan pengembangan wind turbine, solar, geothermal, hidro, dan bioenergi, membuka peluang luas bagi inovasi generasi muda.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID