-o-- ... Pertanyaan lain: kalau gajah, banteng, dan garuda bertempur segi tiga, siapa yang akan menang? Saya bertanya ke tukang ramal politik: dia membisikkan jawabnya, tapi saya takut menuliskannya. ... *) Biar lah saya tebak. Garuda yang menang. Awalnya, garuda pura-pura bertempur segi-tiga. Pada hal, diam-diam bersekutu dengan banteng menghancurkan gajah. Saat bersekutu itu, diam-diam garuda mencuri lihat kelemahan-kelemahan banteng. Di antaranya banteng pernah menyeruduk membabi buta tanpa mengindahkan aturan main. Setelah gajah tersingkir, garuda mencengkeram banteng menggunakan kelemahan-kelemahan tadi. Jadi lah banteng harus mengikuti apa kata garuda. --koJo.-
Achmad Faisol
organisasi itu dibangun... banteng dewasa melawan gajah anak-anak, siapa pemenangnya...? maka, gajah harus diberi makanan bervitamin tinggi, minuman menyegarkan, bahkan penambah stamina... pertanyaannya, "dari mana uangnya...?" wong cantolannya sudah ga menjabat...
Hendri Ma'ruf
Topik hari Jum'at ini menarik, soal partai-partai. Partai nasionalis, partai Marhaen, dan partai Islam. Perkembangan sekilas sejarah partai Islam disinggung. Per hari ini tidak ada partai Islam yang bisa dibilang partai skala menengah. Semuanya partai-partai relatif kecil. Yang kalau bersatu mungkin bisa menjadi partai skala agak besar dan bersikap tengah (moderat, atau wasathiyyah). Rakyat Indonesia tampaknya memilih partai marhaen atau partai nasionalis. Menarik untuk menyimak lanjutan tulisan soal partai-partai, baik PSI maupun lain-lainnya yang bakal bertarung di arus utama (nasionalis vs marhaen) maupun arus sekunder (partai neecorak Islam yg mencoba menjadi partai besar spt PKS).
Lagarenze 1301
Santai Sejenak. Dua pedagang sukses bertemu. Setelah percakapan santai, si A bertanya: "Bagaimana kehidupan rumah tanggamu?" Si B: "Tak ada yang lebih baik! Aku membeli seekor gajah!" Si A: "Gajah? Apa kamu sudah gila?" Si B tersenyum: "Percayalah, ini pembelian terbaik seumur hidupku!" Si B bercerita, jika gajah merumput, halaman jadi rapi dan rata. Anak-anak pun menyukainya! Mereka selalu bermain, alih-alih di depan HP sepanjang hari. Istri juga menyukainya! Gajah sangat kuat, membantu memindahkan barang-barang. Si A menggaruk dagunya. "Kedengaran cukup menakjubkan! Berapa yang kamu bayar untuknya?" Si B: "Hanya 100 juta. Murah sekali." Si A: "Jual padaku 200 juta." "Apa maksudmu? Dia sudah seperti keluarga!" "300 juta!" "Kamu benar-benar tak bisa menilai kegunaan gajah ini!" "Oke, 500 juta!" "Yahh... baiklah, sobat. Aku akan menjualnya padamu, tapi hanya karena kita berteman." Beberapa minggu kemudian, keduanya bertemu lagi. Si A sangat marah. "Apa yang kamu jual? Gajah itu menghancurkan semua tanamanku!" Kotoran gajah ada di mana-mana, baunya bahkan sampai ke dalam rumah! Anak-anak takut sekali, gajah itu agresif, besar, dan menakutkan! "Istriku terus-menerus mimpi buruk! Mengerikan, ini pembelian terburuk dalam hidupku!' Si B menatapnya dan berkata: "Wah, sobat, aku tidak tahu harus berkata apa, dengan sikap seperti itu, kamu tidak akan pernah bisa menjual gajah!"
Jokosp Sp
Baca Juga
Gajah, Banteng, dan Garuda bertempur siapa yang menang?. Saya harus jawab : Jelas Garuda. Kok bisa?. Jelas. Garuda didukung ribuan pasukan yang punya persenjataan lengkap. Kemampuan bertempur, kelengkapan perang, strategi perang semuanya ada dan dikuasainya. Maka untuk membunuh sekelompok Gajah dan Banteng tak ada sulitnya. Yang belum terbukti itu kinerja mereka bertiga menghabisi para koruptor yang beranak pinak subur di negeri ini. Yang terus berkembang biak dari zaman orba hingga hari ini. Yang telah menggarong dan memiskinkan negeri ini, karena para pemainnya ada di sekelilingnya. Yang jadi para pembantunya. Ya juga, yang jadi adalah para penjilatnya. Apalagi ada pengusaha di belakangnya dengan dana yang terus mengucur dan tidak pernah sampai kekeringan. Yang penting jangan ganggu proyek-proyeknya. Kalau sampai mengganggu maka ada istilah "sikat" habis, itulah kata saktinya. Dan di atas Gajah, Banteng, dan Garuda sebenarnya adalah para "raja-raja" yang mengatur negeri ini. Itu disebut para "oligarki" para boss dana besarnya. Boss yang mengatur kebijakan dan aturan negeri ini.
Runner
Logo Gajah? Itu sudah identik dengan Perguruan tinggi top yang ada di Bandung. Ganesha duduk. Filosofinya tepat, historisnya tepat, makna dan tujuannya tepat. Kalau ada yang coba coba ganti logo pakai Gajah untuk partai. Sebaiknya tanya hatinya. Itu akan menciderai gajah.
Komentator Spesialis