Wisnu menambahkan bahwa kehadiran infrastruktur ini juga akan mengoptimalkan pasokan listrik dari PLTA Poso sehingga sistem kelistrikan Morowali kini lebih ramah lingkungan dan berkontribusi nyata pada penurunan emisi karbon.
“Pengoperasian GI Bungku dan SUTT Kolonedale–Bungku tidak hanya memperkuat sistem kelistrikan, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara untuk menghadirkan harapan baru bagi lebih dari 82 ribu pelanggan di 137 dusun dan 45 desa di wilayah Bungku,” ucapnya.
Wisnu mengatakan, infrastruktur ketenagalistrikan ini dapat diselesaikan dengan dukungan dari beberapa pihak terkait.
Untuk itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat, pemerintah daerah, aparat dan seluruh stakeholder yang telah mendukung pembangunan dan pengoperasian SUTT 150 kV Kolonedale – Bungku dan Gardu Induk (GI) 150 kV Bungku.