Reposisi TNI Dalam Ancaman Disintegrasi di Era Presiden Prabowo

fin.co.id - 29/05/2025, 21:43 WIB

Reposisi TNI Dalam Ancaman Disintegrasi di Era Presiden Prabowo

Azhari Ardinal, Trust Indonesia

Framing ini harus dilawan secara sistematis, termasuk melalui diplomasi publik dan dokumentasi narasi alternatif yang diangkat oleh media nasional dan internasional berbasis data serta pengalaman lapangan.

3. Integrasi Pembangunan dan Keamanan

Solusi di Papua tidak bisa semata-mata keamanan, tetapi keamanan adalah prasyarat bagi pembangunan. Dan tanpa TNI, pembangunan di wilayah rawan tidak akan pernah bisa dilaksanakan. Maka dari itu, TNI harus menjadi bagian integral dari grand design pembangunan Papua—bukan sebagai pelaku utama, tetapi sebagai penjaga ruang aman tempat pembangunan bisa berjalan.

Kesimpulan: Indonesia Kuat Hanya Jika TNI dan Rakyat Bersatu

Kini kita dihadapkan pada dua pilihan besar: membiarkan TNI terus difragmentasi secara legitimasi dan isolasi peran melalui framing yang tidak seimbang, atau mengembalikan kepercayaan sosial TNI di tengah rakyat, memperkuat posisinya dalam menjaga bangsa dari luar dan dalam.

Sejarah membuktikan: setiap kali Indonesia nyaris runtuh—baik dalam agresi militer, bencana alam, konflik internal—TNI selalu hadir pertama dan pergi paling akhir. Karena TNI tidak lahir dari istana, tetapi dari akar bangsa.

Maka jika TNI kembali bersama rakyat, maka Indonesia akan kuat. (Azhari Ardinal)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID