Tingtal Sebahu

fin.co.id - 23/02/2025, 06:34 WIB

Tingtal Sebahu

Oleh: Dahlan Iskan

KELUAR dari bandara Makelle, saya tolah-toleh: yang mana yang menjemput saya. Semuanya hitam. Semuanya keriting. Semuanya seperti belum mandi selama tiga hari.

Saya juga hitam. Juga belum mandi. Hanya saja tidak keriting. Justru sudah mulai botak.

Tempat kedatangan di bandara internasional ini tidak punya teras. Apalagi anjungan.

Begitu keluar dari pengambilan bagasi langsung hamparan aspal. Saya tidak punya bagasi. Dari atas aspal itulah mata saya jelalatan.

Tingtal Sebahu

Matahari pagi menyala terang. Udara sangat sejuk: 20 derajat. Tapi kering. Bikin kulit meriang. Bersisik. Lupa pula bawa VCO. Bibir ikut kering. Terancam pecah-pecah. Saya bukan tipe pria salon: tidak pernah membawa lotion pelembab kulit.

Tingtal Sebahu

Seorang lelaki muda mendekat. Usia sekitar 35 tahun. Rambutnya tingtal --keriting total. Dibiarkan memanjang hampir sebahu. Pakai kaus warna gelap. Kekar. Ada tatto besar di lengannya. Giginya putih. Gigi yang kuat. Matanya cendekia. Dahinya agak lebar.

Ia membawa kertas yang seperti baru disobek dari buku tulis. Ada garis-garis tipis. Ada tulisan samar yang dibuat dengan ballpoint sekali gores: Dahlan.

"Iya. Saya."

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID