Keduanya, Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri, memiliki basis massa yang sangat kuat. PDIP, dengan kekuatan ideologisnya yang berbasis pada nasionalisme dan Pancasila, serta Gerindra yang lebih mengedepankan keberanian dan ketegasan dalam menghadapi masalah nasional, keduanya bisa saling melengkapi dalam membentuk sebuah kekuatan besar di dunia politik Indonesia.
Namun, pertemuan ini juga membawa risiko. Mengingat ketegangan antara kedua partai di masa lalu, publik akan sangat mengamati setiap langkah yang diambil oleh PDIP dan Gerindra. Apakah ini akan menjadi awal dari hubungan yang lebih mesra atau justru akan menambah ketegangan politik? (*)