Profil Achmad Zaky: Pendiri Bukalapak yang Tutup Layanan Marketplace, Ganti Jualan Pulsa hingga Token Listrik

fin.co.id - 08/01/2025, 14:33 WIB

 Profil Achmad Zaky: Pendiri Bukalapak yang Tutup Layanan Marketplace, Ganti Jualan Pulsa hingga Token Listrik

Profil Achmad Zaky: Pendiri Bukalapak yang Tutup Layanan Marketplce, Ganti Jualan Pulsa hingga Token Listrik

fin.co.id - Achmad Zaky adalah sosok yang dikenal sebagai pendiri Bukalapak, salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia. Bersama dengan rekannya Fajrin Rasyid dan Nugroho Herucahyono, Zaky mendirikan Bukalapak pada 2010 dengan tujuan untuk membantu pedagang lokal mengembangkan bisnis secara digital. Namun, baru-baru ini, Bukalapak mengumumkan perubahan besar dalam arah bisnisnya.

Bukalapak Bertransformasi: Fokus pada Produk Virtual

Bukalapak, yang sebelumnya dikenal sebagai marketplace untuk produk fisik seperti handphone, pakaian, hingga peralatan rumah tangga, kini telah memutuskan untuk menutup layanan marketplace-nya. Menurut pengumuman resmi, Bukalapak akan berfokus pada penjualan produk virtual, seperti token listrik, pulsa, iuran BPJS Kesehatan, hingga pembayaran pajak.

Mulai 1 Februari 2025, Bukalapak akan menonaktifkan fitur untuk menambahkan produk baru pada platform mereka. Pedagang masih bisa mengunggah produk fisik di Bukalapak hingga 9 Februari 2025, namun setelah tanggal tersebut, penambahan produk baru akan dihentikan. Semua pesanan yang belum diproses hingga 2 Maret 2025 akan dibatalkan secara otomatis, dan dana akan dikembalikan kepada pembeli melalui BukaDompet.

Jejak Karier Achmad Zaky

Dilahirkan di Sragen, Jawa Tengah pada 24 Agustus 1986, Achmad Zaky adalah lulusan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Informatika. Zaky dikenal sebagai sosok yang cerdas dan berprestasi sejak dini. Ia pernah meraih IPK 4.00 di tahun pertama kuliah dan lulus dengan predikat cumlaude. Selain itu, ia juga sempat menerima beasiswa untuk studi singkat di Oregon State University, Amerika Serikat, dan mewakili ITB di ajang Harvard National Model United Nations 2009.

Zaky memulai kariernya dengan membangun Suitmedia, sebuah perusahaan jasa konsultasi teknologi setelah lulus kuliah. Selain itu, ia juga sempat mencoba usaha kuliner mi ayam saat kuliah, yang sayangnya gagal. Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya patah semangat. Bersama rekan-rekannya, Zaky merintis Bukalapak pada 2010.

Bukalapak berkembang pesat dan menarik minat investor besar seperti 500 Startups, Batavia Incubator, IMJ Investment, dan EMTEK Group. Perusahaan ini terus berkembang hingga menjadi salah satu pemain utama dalam industri e-commerce Indonesia. Pada 2011, Bukalapak telah memiliki lebih dari 10.000 pedagang yang bergabung.

Mencapai Kesuksesan Bersama Tokopedia dan Go-Jek

Tak hanya sukses dengan Bukalapak, Zaky juga dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi dan entrepreneurship Indonesia. Bersama dengan Nadiem Makarim (pendiri Go-Jek) dan William Tanuwijaya (pendiri Tokopedia), Zaky masuk dalam daftar CEO Terpopuler Indonesia versi LinkedIn. Mereka bertiga dikenal sebagai pionir yang merintis jalan bagi kesuksesan startup di Indonesia.

Dengan latar belakang yang kuat di dunia teknologi dan entrepreneurship, Zaky terus berinovasi dan kini membawa Bukalapak menuju transformasi besar, yang akan lebih fokus pada produk-produk virtual untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis FIN.CO.ID