fin.co.id – Dalam acara talk show bertajuk "Memperkuat Integritas dan Tata Kelola Pemerintah Provinsi Banten: Mulai Dari Mana?", Gubernur Banten terpilih, Andra Soni, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Banten bebas dari korupsi.
Acara yang berlangsung di Pucuk Pare Resto, Cimanuk, Pandeglang, tersebut juga dihadiri oleh mantan peneliti SMRC, Buya Taftazani, yang memberikan apresiasi terhadap pemikiran Andra Soni.
Andra Soni menyatakan bahwa untuk mencapai Banten tanpa korupsi, dibutuhkan waktu dan komitmen bersama. Ia menjelaskan bahwa pilihan diksi "tidak korupsi" lebih kuat daripada istilah "bebas korupsi" atau "tanpa korupsi".
"Bebas korupsi bisa diplesetkan, sedangkan tanpa korupsi tidak punya narasi tegas. Tapi 'tidak korupsi' adalah komitmen bersama untuk menjauhkan diri dari korupsi," ujar Andra Soni.
Menurutnya, pencegahan korupsi harus dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen sipil. "Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan hanya oleh seorang gubernur, kita memerlukan dukungan dari masyarakat sipil, aktivis, dan pengamat untuk terus mengawasi dan memberikan solusi," lanjutnya.
Di sisi lain, Buya Taftazani mengapresiasi langkah Andra Soni yang menekankan pentingnya tindakan konkret dalam upaya pemberantasan korupsi. "Kalau mengatakan tidak korupsi, itu harus berakhir dengan tindakan nyata. Ini bukan hanya sekedar penolakan terhadap korupsi, tapi sebuah komitmen untuk bertindak," jelas Buya Taftazani.
Ia menilai pilihan diksi Andra Soni sangat tepat karena menunjukkan keseriusan dalam memimpin tanpa toleransi terhadap korupsi.
Selain itu, Buya Taftazani juga mengungkapkan harapannya tentang terpilihnya Andra Soni sebagai gubernur yang tidak berasal dari keluarga dinasti. "Kemenangan Pak Andra ini adalah awal berakhirnya era dinasti di Banten. Ini adalah babak baru dalam sejarah Banten, saat provinsi ini dipimpin oleh seseorang yang bukan bagian dari dinasti politik," katanya.
Buya Taftazani menilai bahwa isu dinasti sering kali menjadi negatif karena mengarah pada pemimpin yang dinilai kurang kompeten, hanya mengandalkan kekuasaan dan sumber daya keluarga.
Gubernur Banten terpilih, Andra Soni, dan Buya Taftazani sepakat bahwa Banten memerlukan pemimpin yang memiliki integritas dan mampu membawa perubahan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. (*)