Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi USD423,4 Miliar pada Oktober 2024
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat mengalami penurunan pada Oktober 2024.
Di sisi lain, ULN swasta juga mencatat penurunan menjadi US$195,1 miliar pada Oktober 2024, dari sebelumnya US$196,7 miliar pada September 2024. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi sebesar 1,4% YoY.
Kontraksi pertumbuhan ini bersumber dari dua sektor, yakni:
Lembaga Keuangan (financial corporations), yang mengalami kontraksi 3,1% YoY.
Bukan Lembaga Keuangan (nonfinancial corporations), yang mengalami kontraksi 0,9% YoY.
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari:
1. Industri Pengolahan
2. Jasa Keuangan dan Asuransi
3. Pengadaan Listrik dan Gas
4. Pertambangan dan Penggalian.
Sektor-sektor tersebut berkontribusi 79,3% dari total ULN swasta.
Baca Juga
Struktur Utang Tetap Sehat
Denny menegaskan bahwa pergerakan posisi ULN Indonesia masih dalam kategori sehat dan dikelola dengan prinsip kehati-hatian.
Hal ini terlihat dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 30,4% pada Oktober 2024, dari sebelumnya 31,1% pada September 2024.
Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh utang jangka panjang yang memiliki pangsa mencapai 84,5% dari total ULN.
“Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN,” tutup Denny.