“Kami terus berupaya untuk memperbaiki sistem irigasi dan infrastruktur jalan di daerah-daerah penghasil pangan. Dengan adanya perbaikan irigasi, petani bisa mendapatkan pasokan air yang lebih teratur, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil panen mereka. Begitu juga dengan perbaikan jalan, yang mempermudah petani dalam mendistribusikan hasil pertanian mereka ke pasar dengan biaya yang lebih rendah,” jelas Dody.
Lebih lanjut, Dody menegaskan bahwa dukungan terhadap petani melalui peningkatan kualitas infrastruktur adalah bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Dengan perbaikan ini, pemerintah berharap produksi beras di dalam negeri bisa meningkat, dan ketergantungan pada impor beras bisa dikurangi secara signifikan.
Komitmen untuk Swasembada Pangan
Dengan ketegasan yang ditunjukkan oleh Dody Hanggodo, pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak bergantung pada impor beras. Upaya untuk meningkatkan swasembada pangan dengan memperbaiki infrastruktur pertanian adalah langkah yang nyata dan penuh harapan.
Dody menekankan bahwa meskipun ada tantangan global yang dihadapi, Indonesia harus tetap berfokus pada penguatan sektor pertanian domestik, agar dapat memenuhi kebutuhan pangan rakyat tanpa perlu mengimpor.
“Pemerintah tidak akan mengimpor beras. Kami berkomitmen untuk swasembada pangan, dan kami akan terus mendukung petani dengan infrastruktur yang mendukung. Dengan cara ini, kita bisa menciptakan ketahanan pangan yang lebih kuat dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” tutup Dody. (*)