Di tengah perjalanan, Agus Buntung mulai bermanuver. Dia mengakui bahwa ada rasa sakit di kakinya. Agus Buntung lalu meminta wanita itu untuk mencari tempat istirahat.
"Trus dia bilang gini, aman kok sama saya, saya juga ngga mungkin ngapa-ngapain kamu. Gimana saya ngapa-ngapain kamu saya juga ngga punya tangan," kata korban.
Setelah itu, Agus meminta korban untuk menuju gang kecil yang mana jalan itu menuju Homestay tempat Agus sering membawa korban yang lain.
"Tapi saya tetap kekeh juga mau balik ke tempat saya tapi saya ngga tahu jalan. Ayo antar saya ke kos saya udah mau balik,," kata wanita itu.
"Terus dia bilang saya pengen istirahat sebentar di penginapan Homestay itu. Trus dia bilang nanti saya ganti uangmu, pake uang mu dulu ya separu. Uang saya separuh sama uang dia separuh," imbuhnya.
Korban dan Agus Buntung lalu sepakat masuk kamar Homestay dengan biaya kamar patungan oleh mereka.
Setelah sampai di Kamar, Agus Buntung memerintahkan wanita itu untuk lepas jilbab dan rebahan. Namun wanita tersebut tidak mau.
"Saya bilang saya nggak mau. Trus dia suruh saya rebahan, tapi saya nggak mau," katanya.
Agus Buntung lalu tidur di ranjang, dan meminta Wanita itu untuk padamkan lampu kamar.
"Setelah itu dia tidur, saya kan posisinya duduk di ranjang itu, nah dia memepetin badannya ke saya," ujarnya.
Baca Juga
Karena ketakutan, wanita itu lalu menyalakan ponselnya dan berlari ke kamar mandi untuk menelpon temannya.
"Saya diam-diam saya langsung lari ke kamar mandi karena udah takut sama dia. Dia bilang kamu mau ngapain ke kamar mandi," ujarnya.
"Nah di kamar mandi saya telepon teman saya, saya sampai sempat videoin dia. Telepon teman untuk jemput. Pas di kamar mandi dia gedor-gedor kamar mandi, sampe rusak pintu kamar mandi, ditendang sama didobrak pake badannya juga," ujarnya.
Beruntung, Wanita tersebut berhasil lolos dari target Agus. Dia lalu dijemput oleh temannya.
Agus Buntung telah jadi tersangka kasus tersebut. Kepolisian NTB telah menggelar rekontruksi di sejumalh titip termasuk di Home Stay.