Selain buku cetak, Fodor's juga memiliki kehadiran digital melalui situs web, blog, dan aplikasi seluler, memberikan kemudahan bagi wisatawan yang ingin mendapatkan informasi terbaru.
Dengan cakupan yang luas, mulai dari destinasi populer hingga tempat yang lebih jarang dikunjungi, Fodor’s terus menjadi sumber daya yang berharga bagi para pelancong yang ingin merencanakan perjalanan dengan lebih terperinci dan menyeluruh.
Respon Pemerintah
Tapi tunggu dulu, Pemerintah Indonesia gak tinggal diam.
Lewat Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, pemerintah menegaskan kalau masalah utama di Bali bukan jumlah turis yang berlebihan, tapi distribusi turis yang gak merata.
Kebanyakan turis cuma fokus di Bali selatan, sementara bagian utara dan barat yang juga punya potensi gede masih jarang dilirik.
Solusi 3B: Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara
Buat ngatasin masalah ini, sebagaimana dilansir AsiaToday, Kementerian Pariwisata ngeluncurin paket wisata “3B” alias Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara.
Paket ini didesain buat ngenalin destinasi-destinasi baru yang gak kalah menarik, seperti:
- Desa Wisata Les, Lovina, dan Pemuteran di Bali Utara, yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya.
- Desa Wisata Kemiren dan Kawah Ijen di Banyuwangi, tempat kamu bisa ngeliat fenomena blue fire yang mendunia.
- Dengan paket ini, pemerintah berharap bisa ngurangin tekanan di area yang udah terlalu ramai dan nyebarin manfaat ekonomi ke daerah-daerah lain.
Komitmen ke Pariwisata Berkelanjutan
Bali Dicap Overtourism, Image: EvaMichalkova / Pixabay
Selain ngenalin destinasi baru, pemerintah juga serius soal pariwisata berkelanjutan.
Baca Juga
Gak cuma soal ngejaga lingkungan, tapi juga ngehormatin budaya lokal dan ningkatin kesejahteraan masyarakat Bali.