Senyuman sarkastik sering digunakan dalam situasi di mana orang nggak bisa langsung menunjukkan perasaan negatif mereka.
Misalnya, saat seseorang berkata, “Oh, tentu, aku suka banget itu,” sambil tersenyum setengah hati.
Biasanya, senyuman ini disertai nada bicara yang bikin kita merasa ada “makna lain” di baliknya.
Jadi, Jenis Senyuman Apa yang Paling Sering Kamu Gunakan?
Nah, dari lima jenis senyuman di atas, kamu mungkin sering menggunakan senyuman Duchenne atau senyuman terpaksa dalam kehidupan sehari-hari.
Senyuman Duchenne sering muncul di momen kebahagiaan tulus, sementara senyuman terpaksa mungkin hadir di situasi sosial yang bikin nggak nyaman.
Yang jelas, senyuman itu punya kekuatan besar. Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa tersenyum (meski terpaksa) bisa memengaruhi suasana hati menjadi lebih positif.
Jadi, jangan pelit untuk tersenyum, ya!
Kalau mau senyummu terasa tulus dan berdampak baik pada orang lain, cobalah hadir sepenuhnya di momen itu.
Karena senyuman Duchenne, si tulus sejati, adalah investasi kebahagiaan, buat dirimu sendiri dan orang lain.