Melihat dampak yang semakin meluas ini, Achmad menilai bahwa pemerintah memiliki peran yang sangat penting dalam menangani fenomena judi online. Namun, ia menilai upaya yang dilakukan sejauh ini belum cukup efektif untuk memberantasnya.
"Pemerintah harus lebih tegas dalam menanggapi masalah ini. Tindakan preventif dan penegakan hukum yang lebih keras diperlukan agar masyarakat tidak semakin terjerumus dalam aktivitas yang merugikan ini," ungkap Achmad.
Selain itu, menurut Achmad, diperlukan juga kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif judi online, serta membangun sistem dukungan sosial bagi mereka yang telah terjerat dalam kebiasaan ini.
Judi online tidak hanya menjadi ancaman terhadap kesehatan mental dan moral individu, tetapi juga memiliki dampak yang luas terhadap perekonomian Indonesia.
Kebocoran devisa, penurunan daya beli, serta merosotnya produktivitas tenaga kerja adalah beberapa dari sekian banyak dampak yang timbul. Untuk itu, perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk menanggulangi fenomena ini, guna menjaga stabilitas ekonomi dan sosial Indonesia ke depan. (Bianca/DSW)