Alasan Mengapa Banyak Agama Melarang Manusia Makan Daging Babi

fin.co.id - 06/11/2024, 06:37 WIB

Alasan Mengapa Banyak Agama Melarang Manusia Makan Daging Babi

Alasan Mengapa Banyak Agama Melarang Makan Daging Babi, Image: Matthiasboeckel / Pixabay

"Dan babi, karena meskipun ia memamah biak, tetapi tidak memisahkan kuku, ia najis bagimu. Janganlah kamu memakan dagingnya dan janganlah kamu menyentuh mayatnya; ia adalah najis bagimu."

Bagi umat Yahudi, babi dianggap sebagai hewan yang tidak memenuhi kriteria kebersihan yang ditetapkan oleh hukum Taurat.

Seperti dalam Islam, larangan ini juga berkaitan dengan konsep kesucian dan kebersihan dalam agama Yahudi.

Tidak hanya dagingnya, bahkan kontak dengan babi yang mati pun dianggap najis.

Menurut Rabbi Shmuel Herzfeld, seorang ahli tafsir Talmud, "Larangan makan babi dalam Yudaisme lebih dari sekadar larangan makan daging tertentu. Ini adalah simbol pemisahan antara yang suci dan yang tidak suci dalam kehidupan seorang Yahudi."

3. Pengaruh Perjanjian Lama dalam Kekristenan

Berbeda dengan Islam dan Yudaisme, banyak orang Kristen tidak lagi mengikuti larangan makan babi setelah kedatangan Yesus Kristus.

Dalam Kisah Para Rasul 10:15, Tuhan memberi wahyu kepada Rasul Petrus bahwa apa yang dianggap najis oleh hukum Yahudi tidak lagi perlu dianggap demikian.

Ayat ini menjelaskan bahwa Tuhan membebaskan umat Kristen dari hukum-hukum makanan tertentu, termasuk larangan makan daging babi.

Namun, beberapa denominasi Kristen, seperti Advent Hari Ketujuh, masih memegang teguh ajaran-ajaran dalam Perjanjian Lama, termasuk larangan makan babi.

Umat Kristen yang mengikuti prinsip ini cenderung melihat penghindaran makanan tertentu sebagai bagian dari upaya hidup lebih sehat dan lebih sesuai dengan kehendak Tuhan.

4. Alasan Kesehatan dan Kebersihan

Selain alasan agama, ada juga argumen tentang kesehatan yang mendasari larangan makan daging babi dalam banyak tradisi.

Daging babi sering dianggap rentan terhadap penyakit, terutama karena babi merupakan hewan omnivora yang bisa memakan apa saja, termasuk sampah atau kotoran.

Dalam sejarah, babi juga dikenal sebagai pembawa penyakit seperti cacing pita (taenia solium), yang bisa menular kepada manusia jika daging babi tidak dimasak dengan baik.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID