fin.co.id - Eks Duta Besar Indonesia untuk AS, Dino Patti Djalal menilai, Tom Lembong yang kini jadi tersangka dugaan korupsi impor gula merupakan sosok yang baik dan intelektualitas tinggi. Dia yakin Tom Lembong tidak korupsi.
"Saya kenal baik Tom Lembong sejak 2003. Dia waktu itu aktif mendukung SBY. Saya mengenal Tom sebagai sosok yang mempunyai intelektualitas tinggi, baik hati, tidak korup dan idealis, dia selalu kritis melihat berbagai masalah bangsa" ujar Dino via akun X miliknya, Rabu 31 Oktober 2024.
Dino menilai, Tom Lembong dijerat kasus karena berpaling dari Presiden 2014-2024, Joko Widodo.
"Saya juga tahu dia punya banyak musuh sejak berbalik badan menentang mantan bosnya" ujar Dino.
Seperti diketahui, Tom Lembong adalah Menteri Perdagangan era Jokowi sejak 2015 hingga 2016. Kemudian dia direshuffle dan digeser ke Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dari 2016 hingga 2019.
Setelah menyelesaikan tugasnya di pemerintahan, ia bergabung dalam tim sukses Anies Baswedan pada Pemilihan Presiden 2024 sebagai Co-Captain Tim Nasional Pemenangan (Timnas AMIN).
Lebih lanjut, Dino Patti Djalal meyakini, Tom Lembong tidak korupsi. Menurutnya, mungkin saja kebijakan Tom Lembong yang keliru namun dicari cela untuk dijerat.
"Kalaupun ada langkah kebijakannya yang keliru, saya sinyalir itu bukan karena motivasi memperkaya diri, dan lebih karena false judgment atau oversight, namun memberikan celah untuk dijerat oleh pihak yang mampu memberdayakan mekanisme "adanya pengaduan masyarakat" (yang dalam dunia hukum kita bisa direkayasa)" paparnya.
Kata dia, semasa Tom Lembong jadi Menteri Dalam Negeru, kebijakan impor gula tidak banyak dilakukan. Beda dengan Mendag setelahnya.
"Padahal menurut CNN Indonesia, impor gula juga (lebih) banyak dilakukan Mendag setelah dia. Disini perlu konsistensi dlm penegakan hukum. God be with you, Tom" tutur Dino. (*)