Usai Luncurkan Ratusan Rudal ke Israel, Iran Ingatkan Netanyahu: Jangan Coba-Coba Berkonflik dengan Kami

fin.co.id - 02/10/2024, 09:30 WIB

Usai Luncurkan Ratusan Rudal ke Israel, Iran Ingatkan Netanyahu: Jangan Coba-Coba Berkonflik dengan Kami

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (Anadolu)

fin.co.id -  Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengingatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu agar tidak pandang remeh kekuatan Iran

Seperti diketahui, Iran baru saja meluncurkan sebanyak 180 rudal ke kota-kota di Israel pada Selasa malam 1 Oktober 2024.

Masoud mengatakan, serangan itu hanya sebagian kecil kekuaran Iran dan sebagai upaya pembelaan diri. 

"Ini hak pembelaan diri yang sah, untuk melindungi kepentingan dan warga negara Iran." tulis Masoud Pezeshkian di akum X miliknya.

"Biarkan Netanyahu tahu bahwa Iran bukan negara yang suka berperang, namun berdiri teguh melawan setiap ancaman. Ini hanya sebagian kecil dari kekuatan kami. Jangan coba-coba berkonflik dengan Iran," tulisnya.

Iran meluncurkan ratusan rudal balistik ke arah Israel, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang terlibat konflik.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan serangan itu merupakan balasan atas pembunuhan Ismail Haniyeh, Hassan Nasrallah, dan Abbas Nilforoshan.

Haniyeh, mantan pemimpin Hamas, dibunuh di Teheran pada bulan Juli. Nasrallah, mantan pemimpin Hizbullah, dibunuh di Beirut pada Jumat 27 September 2024 bersama dengan komandan IRGC, Nilforoshan.

IRGC menyatakan bahwa serangan tersebut sejalan dengan hak negara Iran untuk membela diri yang sah di bawah Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, memperingatkan bahwa jika Israel membalas serangan ini, mereka akan menghadapi tanggapan yang lebih menghancurkan.

Dalam pernyataan lanjutan, IRGC menyebutkan bahwa tiga pangkalan militer Israel di Tel Aviv terkena rudal.

Hingga kini, belum diketahui apakah rudal tersebut mengenai sasaran dan apakah ada korban atau kerusakan yang ditimbulkan.

Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mengeluarkan pernyataan yang menyebut serangan rudal tersebut sebagai respons yang "legal, rasional, dan sah" terhadap "tindakan teroris" Israel. (*)

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID