Kapolsek Pekalongan Selatan, AKP Aries Tri Hartanto, menjelaskan, melihat situasi yang tidak kondusif, kegiatan akhirnya dihentikan. Aries menyebut, ada sejumlah warga yang pingsan akibat berdesakan. Ada juga yang sampai luka dan berdarah, dan bahkan kehilangan ponselnya.
Bos batik, Ubaidillah, tidak menyangka warga yang datang mencapai ribuan. "Ini pertama kali diselenggarakan sebagai bentuk syukur karena anak saya sudah mulai belajar jalan atau istilahnya dundunan, respons masyarakat juga di luar dugaan ramai banget yang datang," katanya.
"Ini sebenarnya tidak ada Rp 35 juta jumlahnya, tapi ditambah banyak doorprize jadi mungkin sekitar segitu," tambah Ubaidilah.