fin.co.id - Beredar permen semprot yang diduga memiliki kandungan bahan berbahaya, membuat orang tua murid khawatir dengan jajanan yang ada di sekolah.
Orang tua murid bernama Khansa(40), mengaku bahwa khawatir dengan permen semprot yang diduga bisa memicu anak keracunan hingga kejang kejang.
"Was-was banget, kalau bisa jangan sampai dijual lagi," ungkap Khansa kepada wartawan saat dikutip, Kamis 8 Agustus 2024.
Menurutnya, ia kini membawa bekal makanan dan selalu bertanya jajan apa yang dibeli oleh anaknya selama beraktivitas di lingkungan sekolah.
"Kita pantau, setelah pulang sekolah kita tanya, tadi abis jajan apa aja, jangan sampai jajan di luar yang sembarangan," jelasnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Wahyu Yulianti (40), dirinya selalu mengingatkan anaknya untuk tidak membeli makanan sembarangan selama di sekolah.
"Pas tahu beritanya, langsung di larang, anak ku kan ada dua masih SD dan TK. Karena di depan sekolahnya banyak yang jualan jajanan, takutnya ada yang jualan permen itu," ungkap Wahyu Yulianti kepada wartawan.
Dirinya mengaku khawatir saat melihat video siswa di Palembang mengalami kejang, diduga usai mengkonsumsi jajanan permen semprot.
"Banget, liat korban banyak sampai ada yang kejang-kejang, dikirimin juga sih video digrup wali murid. Produknya kayak semprot, semacam botol parfum yang kecil tetapi dia plastik botolnya," jelasnya.
Kini dirinya telah melaporkan peristiwa yang viral tersebut kepada sekolah, agar dapat diantisipasi usai banyaknya orang tua resah dengan permen semprot.
Baca Juga
"Mau lapor, komite di sekolah banyak laporan dari teman-teman lain yang resah, meminta agar disampaikan ke pihak sekolah," ucapnya.
Dirinya juga selalu mengingatkan anaknya agar teliti saat jajan, serta membawakan bekal agar lebih terpantau makanan yang dikonsumsi.
"Anaku sudah terbiasa membawa bekal ya, selain itu juga diberikan arahan juga jangan jajan sembarangan," terangnya.
Sebelumnya sebanyak 4 orang tua murid SD Negeri 39 di Jalan Kapten Marzuki, Kecamatan Ilir Timur 1, Palembang, Sumatera Selatan, diduga keracunan permen semprot.
Peristiwa keracunan berlangsung pada Senin 29 Juli 2024, pada pukul 09.30 WIB ketika jam istirahat berlangsung dan para murid keluar jajan di sekitar sekolah.