thamrindahlan
Dimana ada kesempatan di situ ada korupsi. Kesempatan itu memang sengaja diciptakan. Apapun nama jenis program diupayakan menjadi peluang untuk menguras uang negara. Apalagi oknum lembaga legislatif memanfaatkan fungsi anggaran untuk mengusulkan dan nenyetujui sendiri Pokir katanya guna "kesejahteraan" bersama Pokir Tsunami membuat oknum DPRD gelagapan ibarat ikan loncat ke daratan. Apakah benar bila satu kesalahan dilakukannya ber barengan menjadi pembenaran. Jawabannya ya ketika suara hati nurani wakil rakyat diabaikan dan menganggap Pokir sebagai hadiah jerih payah berjuang di Pileg. Kita tunggu saja ujung Pokir yang dikawal Maki Surabaya. Tabek hormat kepada anggota DPRD yang terbebas dari tsunami Pokir. Anda hebat berhasil tidak terjerat karena terlindungi dari pekerjaan mudharat. Salamsalaman
Mirza Mirwan
Mengapa dari hasil enam kali pemilu di zaman orde baru tak pernah ada anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/kota yang diberitakan tersangkut suap-menyuap? Padahal gaji (waktu itu namanya uang kehormatan) mereka kecil. Jawabnya: karena mereka (untuk caleg Golkar) tak perlu keluar modal, kecuali untuk mencari persyaratan. Untuk caleg dari PPP dan PDI mungkin ada pungutan untuk biaya kampanye partai. Itupun untuk mereka yang berada di nomor potensial "jadi". Sebab zaman itu masih menggunakan sistem proporsional tertutup. Pemilu di awal reformasi kurang lebih ya seperti itu. Begitu pemilu 2004 menggunakan sistem proporsional terbuka, nah...para caleg mesti keluar modal besar. Termasuk caleg Golkar. Mereka mesti mencetak APK yang memuat wajah-wajah dusta mereka. Sebagian besar, karena sadar dirinya sebenarnya tak layak menjadi wakil rakyat, perlu juga menyebar amplop berisi uang. Sejak itulah mulai bermunculan berita anggota dewan terlibat suap-menyuap. Para wakil rakyat zaman proporsional terbuka itulah yang melambungkan penghasilan anggota dewan berlipat-lipat kali dibandingkan zaman orde baru melalui UU yang mereka buat. Ada tunjangan perumahan, transportasi, komunikasi, dana aspirasi, dan mbelgedhes lainnya. Udah gitu, eh, masih juga menerima suap. Apa boleh buat, memang. Di negeri ini tak mungkin meniru AS, di mana anggota dewan bisa menggalang dana dari masyarakat untuk biaya kampanye. Lha masyarakatnya sendiri butuh amplop kok.
Lagarenze 1301
Santai sejenak. Albert sudah bangun sejak subuh. Setelah beberapa ritual, ia pun membuka HP. Yang pertama, tentu, mengecek pesan WA. Lalu, berselancar. Situs yang pertama ia buka adalah Disway. Hari ini CHD membahas pokir dan pokmas Rp 8 miliar anggota DPRD Jawa Timur. Ada 21 tersangka baru KPK yang terkait pokir-pokmas itu. Dan, kemungkinan anggota DPRD lain menjadi tersangka juga. Setelah sarapan, Albert berkendara ke pusat kota. Ramai sekali. Susah cari tempat parkir. Ia kemudian memarkir mobil di depan gedung besar. "Pak, Anda tidak boleh parkir di sini," kata seorang polisi yang berjaga di depan gedung. "Kenapa?" tanya Albert. “Ini kantor dewan, di sinilah para politisi kita bekerja.” Albert mengangkat tangan dan menggerak-gerakkannya. “Jangan khawatir, saya sudah mengunci mobil dengan baik.”
Someone Random
"sholaat adalah pemberantas korupsi, bagi muslimiin" faktanya :negara dengan muslim terbanyak dengan peringkat salah satu yg paling religius,kok korupsi nya juga rangking atas?
Em Ha
Pokir atau Pokmas tak salah. Jalan lingkungan di kampung kami banyak yang disemenisasi, asbab pokir. Ijon dan cash back yang salah. Tapi aturannya memang begitu, dari dulu dulu. Kalau proses pemilu begitu dungu. Hasilnya dapat diterka. Perjalanan dinas DPRD berbagai daerah contoh praktek sia sia. SPPD cap sana sini kosong makna.
Baca Juga
djokoLodang
-o-- Seorang pria pergi ke salon sebelum melakukan perjalanan ke Roma. Tukang cukur: “Mengapa Anda ingin pergi ke sana? Tempatnya ramai, kotor, dan penuh sesak. Anda pakai pesawat apa?” “Air Canada, .. .ada tarif diskon!” “Air Canada!” seru tukang cukur. “Pantas saja ada diskon. Pesawatnya sudah tua, pramugarinya juga sudah tua-tua. Dan selalu terlambat. Di mana Anda tinggal di Roma?” “Hotel Marriot". “Oh, itu hotel terburuk di Roma. Kamarnya kecil, layanannya buruk dan harganya terlalu mahal. Jadi, apa yang Anda lakukan sesampainya di sana?” "Kami akan mengunjungi Vatikan dan berharap dapat bertemu Paus." “Itu mustahil,” tukang cukur tertawa. “Anda dan jutaan orang lainnya mencoba menemuinya. Dia akan terlihat seukuran semut." Sebulan kemudian, mereka bertemu kembali. Tukang cukur bertanya tentang perjalanannya ke Roma. “Sungguh menakjubkan. Jadwal kami tepat waktu dengan pesawat baru Air Canada. Karena kesalahan "over-booking" mereka, saya dinaikkan ke kelas satu. Saya dilayani pramugari muda cantik". "Yah," gumam tukang cukur. “Anda tidak sempat bertemu Paus.” “Saya sangat beruntung,. Saat berkeliling Vatikan, seorang Garda Swiss mengatakan Paus ingin bertemu langsung dengan beberapa pengunjung. Saya pun bisa masuk ke ruang pribadinya. Lima menit kemudian, Paus masuk. Saat saya berlutut beliau menyentuh kepala saya dan mengatakan sesuatu" "Apa yang dikatakannya?". "Oh, ..coba lihat. ... Di mana kamu mendapatkan potongan rambut sejelek ini...?" --jL-
Johannes Kitono
Ambani- Merchant. Perkawinan ini super mewah menghabiskan Rp.9,6 Triliun. Berlebihan ditengah 200 juta rakyat India yang masih miskin. Memang itu uang mereka kata Thomas Isaac. Pesta 3 hari dengan undangan selebritis dunia, termasuk Justien Bieber. Itu dosa terhadap Ibu Pertiwi dan orang miskin. Sekaligus menunjukkan tingginya gap antara kaya dan miskin di India. Konon, dulu selebritis negeri Bollywoid itu laundry jas di London. Disatu sisi setiap hari banyak orang miskin mati dijalan. Dan ditolong okeh Mother Teresa. Pemenang Hadiah Nobel yang mengabdikan hidupnya untuk orang miskin.Menjadi kaya memang bukan dosa. Tapi pejabat publik yang terima gaji pembayar tax. Memamerkan rumah dan mobil-mobil mewah. Tentu sudah terganggu otaknya. Mau show off. Takut rakyat banyak tidak tahu ybs sudah kaya. Bisa jadi dari kutipan minerba atau Pokmas / Pokir saja. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.
Juve Zhang