Viral . 08/07/2024, 16:30 WIB
fin.co.id- Jagat media sosial dihebohkan dengan seorang pria yang meninggal dunia saat sedang melaksanakan sholat Jumat di Lawang.
Pria tersebut meninggal dalam keadaan sujud di shaf paling depan di masjid At-Taqwa Lawang.
Video seorang pria yang meninggal dunia saat sholat tersebut diaketahui melalui akun TikTok @nfaridah13 pada Senin 8 Juli 2024.
Pemilik akun tersebut menerangkan jika pria yang meninggal dalam keadaan sholat tersebut merupakan ayahnya.
Sang anak menerangkan jika ayahnya meninggal dalam keadaa sujud di shaf paling paling depan di masjid At-Taqwa Lawang.
"Kepergianmu begitu ingah hingga membuat kami bingung harus sedih atau bahagia. Secinta itu ayah sama Masjid samapi detik terakhirnyapun di Masjid, dalam sujud saat sholat Jumat. Bahagia selalu ayahku aku rindu," ucapnya.
Dalam rekaman CCTV tersebut memperlihatkan para jamaah sedang melakukan sholat Jumat. Sementar aitu ayahnya berada di shaf paling depan.
Seluruh jamaah melakukan tasyahud akhir namun sang ayah masih keadaan sujud dan tidak merubah posisinya.
Ketika sholat Jumat berakhir, seluruh jamaah langsung menolong pria tersebut yang sudah tidak sadarkan diri diduga telah meninggal dunia.
Para jamaah langsung membopong warga tersebut untuk keluar dari masjid.
Kejadian ini menjadi viral di media sosial dan banyak dikomentar oleh warga netizen.
"Masyallah di hari jumat, di sujud terakhir di shaf paling depan," ujar netizen.
"the real sesungguhnya seorang hamba akan meninggal dunia sesuai kebiasaanya sewaktu hidup' masyallah," terang netizen.
"pernah waktu ngaji ustadku bilag kalao ada yang meninggal pas sholat dan dalam keadaa sujud, seketika dia di sambut dengan iringi kri kanan bendera dan berjejer para malaikat, dan dia berjalan," komentar netizen.
Meninggal Saat Sholat Jumat: Kepergian Penuh Berkah
Meninggal dunia saat sedang menunaikan ibadah Sholat Jumat merupakan peristiwa yang sering kali dikaitkan dengan keberkahan. Kematian di hari mulia ini, diyakini sebagai salah satu tanda husnul khotimah atau kematian yang baik.
Namun, perlu dipahami bahwa kematian adalah takdir Allah SWT yang tidak bisa diprediksi oleh manusia. Meninggal saat Sholat Jumat memang memiliki keistimewaan, namun hal ini tidak boleh dijadikan patokan untuk menilai kualitas hidup dan kematian seseorang.
Berikut beberapa hal yang perlu dipahami terkait meninggal saat Sholat Jumat:
1. Keberkahan Kematian:
Dalam Islam, terdapat beberapa hadits yang menandakan keberkahan bagi orang yang meninggal saat Sholat Jumat. Salah satunya, hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:
"Ada tujuh golongan yang dijamin masuk surga tanpa hisab: 1. Orang yang mati syahid, 2. Orang yang mati karena wabah, 3. Orang yang mati karena tenggelam, 4. Orang yang mati karena tertimpa runtuhan, 5. Orang yang mati karena penyakit perut, 6. Orang yang mati gila, dan 7. Orang yang mati terbakar." (HR. Bukhari dan Muslim)
Meskipun hadits tersebut menyebutkan kematian saat Sholat Jumat, perlu diingat bahwa hadits ini hanya menunjukkan kemungkinan atau potensi keberkahan, bukan jaminan pasti.
2. Tidak Boleh Memilih Kematian:
Islam melarang umatnya untuk memilih kematian. Setiap manusia memiliki ajalnya masing-masing, dan tidak ada yang mengetahui kapan ajal itu akan tiba.
3. Fokus Ibadah dan Kehidupan:
Alih-alih memikirkan kematian, umat Islam dianjurkan untuk fokus pada ibadah dan menjalani hidup dengan penuh makna. Lakukan perbuatan baik dan amalkan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya.
4. Hikmah Kematian:
Kematian merupakan sebuah keniscayaan yang pasti dihadapi oleh setiap manusia. Gunakan momen kematian sebagai pengingat untuk selalu berbenah diri dan meningkatkan keimanan.
5. Empati dan Dukungan:
Bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan, meninggalnya seseorang saat Sholat Jumat dapat menjadi peristiwa yang emosional dan sulit. Berikan dukungan dan doa kepada mereka agar diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id