Begini Penjelasan BMKG Soal Jakarta Diguyur Hujan di Musim Kemarau

fin.co.id - 07/07/2024, 11:15 WIB

Begini Penjelasan BMKG Soal Jakarta Diguyur Hujan di Musim Kemarau

Ilustrasi hujan

fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan soal Jakarta diguyur hujan padahal masih musim kemarau. Diketahui, dalam beberapa hari terakhir, wilayah Jakarta diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menerangkan, penyebab Jakarta diguyur hujan meski musim kemarau dikarenakan adanya dinamika atmosfer skala regional - global yang cukup signifikan. Dia menyebut munculnya aktivitas fenomena Maddan Julian Oscillation (MJO) Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial di Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.

Selain itu, lanjut Guswanto, suhu muka air laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Indonesia menimbulkan kontribusi pertumbuhan awan hujan yang signifikan di wilayah Indonesia.

"Fenomena atmosfer inilah yang memicu terjadinya dinamika cuaca yang berakibat masih turunnya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia," kata Guswanro melalui keterangan tertulisnya, Minggu 7 Juli 2024.

Sehingga, kata Guswanto meski Jakarta masih berstatus musim kemarau akan tetap hujan. Namun intensitas curah hujan yang mengguyur Jakarta masih di bawah 50 mm/dasarian.

Guswanto menerangkan, sebagian besar wilayah Indonesia yang musim kemarau di bulan Juli dan Agustus 2024 yaitu sebanyak 77,27 persen. Lanjut Guswanto, 63,95 persen durasi musim kemarau diprediksi terjadi selama 3 hingga 15 dasarian.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani memprakirakan wilayah Jakarta berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang pada periode 5-11 Juli 2024.

Sejumlah wilayah lain juga yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yakni Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Maluku, dan Pulau Papua.

Berdasarkan fenomena tersebut, Andri meminta masyarakat yang bermukim di wilayah perbukitan, dataran tinggi, juga sepanjang daerah aliran sungai agar mewaspadai terhadap kemungkinan adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang.

Andri juga mengingatkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan hujan sebagai cadangan air untuk menghadapi musim kemarau.

"Selagi masih turun hujan, alangkah baiknya dimanfaatkan untuk menabung air. Supaya memiliki cadangan air saat puncak musim kemarau melanda wilayah kita nantinya," pungkasnya.

(Cah)

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID