Kesehatan

JKN Permudah Cuci Darah: Kisah Citra Dapatkan Pelayanan Praktis dan Nyaman

fin.co.id - 19/06/2024, 17:25 WIB

JKN Permudah Cuci Darah: Kisah Citra Dapatkan Pelayanan Praktis dan Nyaman

fin.co.id - Salah satu pasien bernama Citra membagikan kisahnya yang menggunakan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga mempermuda untuk melakukan cuci darah.

Menginjak satu dekade, BPJS memberikan inovasi baru yakni simplifikasi Hemodialisis (HD) melalui penggunaan sidik jari atau fingerprint pasien HD.

Fasilitas ini diharapkan mempercepat pemberian layanan kepada peserta. Dengan penggunaan rekam sidik jari, waktu antrian dapat dipangkas sehingga pelayanan lebih praktis dan cepat. Selain itu, keabsahan data peserta juga terjamin.

Manfaat tersebut telah dirasakan oleh keluarga Citra Ayuningtyas yang berasal dari Kelurahan Sinduadi, Mlati, Sleman.

Baca Juga

pengakuannya, kini proses yang dijalani semakin mudah, cepat, dan setara. Sekarang periksa layanan HD di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) cukup menggunakan sidik jari saja, jadi dapat menghemat banyak waktu.

“Alur dan prosedur layanan untuk peserta cuci darah sekarang semakin mudah di FKRTL, kini tidak perlu lagi mengulang surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), periksa cukup menggunakan sidik jari. Bahkan dokter dan tenaga medis juga ramah-ramah. Dengan jaminan sosial kesehatan ini bisa dimanfaatkan untuk berobat sewaktu-waktu,” kata Citra saat proses cuci darah di Klinik Dialisis Damai Sejahtera di Kelurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, dikutip pada jamkesnews.com pada Rabu, (19/6/2024).

Citra meneruskan sudah rutin seminggu dua kali untuk cuci darah. Penyakit gagal ginjal yang diderita bukan pertama kali. Pasalnya, di tahun 2014 lalu sempat mengalami sakit yang sama, namun karena menjalani transplantasi ginjal dirinya bisa kembali sehat.

“Dulu ditanggung sendiri karena belum ikut menjadi peserta JKN. Jadi apa-apa harus bayar, dan tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Ternyata benar kata orang-orang, sakit itu butuh biaya besar,” katanya.

Kendati demikian, ia mengakui sekitar sepuluh bulan lalu fungsi ginjalnya menurun sehingga diharuskan menjalani proses cuci darah. Perawatan rutin terus dilakukan hingga sekarang.

Baca Juga

“Dari kasus yang pertama, oleh dokter disarankan untuk ikut menjadi peserta JKN di 2015. Ternyata banyak manfaatnya karena sakit yang kedua ada jaminan dari BPJS Kesehatan,” ucap Citra.

Sudah banyak manfaat yang diperoleh dari menjadi peserta JKN selama menjalani perawatan yang kedua. Ia banyak terbantu karena proses cuci darah ditanggung Program JKN sehingga tidak mengeluarkan biaya.

“Jelas sangat membantu dan banyak manfaat yang dirasakan selama proses perawatan cuci darah. Tidak ada mengeluarkan biaya apapun selama ini, semuanya dijamin oleh JKN,” katanya.

BPJS Kesehatan bersama fasilitas kesehatan yang bekerja sama, terutama untuk pasien cuci darah juga terus mengalami peningkatan dalam hal pelayanan. Berbagai simplifikasi administrasi layanan terus ditingkatkan. Upaya yang terus dilakukan tersebut salah satunya atas dasar pertimbangan peningkatan jumlah pasien yang juga harus disertai dengan peningkatan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan. Penyederhanaan alur pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk komitmen terhadap perbaikan layanan kepada peserta JKN.

“Pelayanan BPJS Kesehatan sangat bagus sekali karena tidak ribet dan selalu ada peningkatan dari waktu ke waktu. Makin kesini makin banyak perbaikan-perbaikan dan terus semakin baik,” ujarnya.

Citra berharap Program JKN yang sudah banyak membantunya, baik dari segi pelayanan kesehatan maupun biaya pengobatan agar tetap ada. Layanan yang sudah baik ini diharapkan terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Ari Nur Cahyo
Penulis
-->