News

Kompolnas Duga Polwan Bakar Suami Alami Postpartum Depresi, Apa Itu?

fin.co.id - 2024-06-11 18:06:37 WIB

Briptu Fadhilatun Nikmah (28 tahun) Nekat Bakar Suami Hidup-Hidup Gegara Gaji 13 Tersisa Rp800.000

fin.co.id - Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyatakan keprihatinannya atas peristiwa polwan di Mojokerto yang membakar suaminya sendiri yang juga seorang polisi.

Peristiwa ini bermula ketika polwan berinisial FN (28 tahun) mengetahui gaji ke-13 yang baru saja cair raib dari rekening dengan hanya menyisakan Rp800 ribu.

Diketahui bahwa uang yang seharusnya digunakan sebagai biaya hidup tersebut digunakan sang suami untuk bermain judi online, sedangkan mereka memiliki tiga anak yang masih kecil.

FN juga baru masuk kerja kembali setelah cuti melahirkan bayi kembar. Saat ini, FN dan suami memiliki 3 anak, berusia 2 tahun dan si kembar berusia 4 bulan.

Baca Juga

Emosi FN pun memuncak setelah terjadi cekcok hingga memicunya membakar RDW.

Atas kasus ini, Poengky lantas meminta agar Polda Jawa Timur pengusutan dengan mengedepankan scientific crime investigation.

Selain itu, pihaknya juga meminta pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka untuk mengetahui apakah adanya kemungkinan depresi pascapersalinan.

"Kami meminta Polda Jatim untuk memeriksa apakah ada kemungkinan tersangka mengalami Postpartum Depression yang berdampak pada tindakan keji di luar nalar, sehingga bukan hanya terkait kemarahan akibat korban (suami) bermain judi online," tukasnya.

Apa itu Postpartum Depression?

Baca Juga

Untuk diketahui, postpartum depression merupakan gangguan depresi yang dialami pada ibu baru melahirkan.

Saat baru melahirkan, seorang ibu rentan mengalami masalah psikologis karena adanya perubahan hormon yang mendadak dan perubahan situasi yang dihadapi.

"Penyebab munculnya masalah atau gangguan jiwa adalah multifaktor, yaitu faktor biologis, psikologis, dan sosial," jelas dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, psikiater Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Jiwa dr. Marzoeki Mahdi Bogor.

Ia menjelaskan, gejala postpartum depression berlangsung selama minimal 2 minggu.

Adapun gejala yang biasanya muncul adalah sedih, murung, menangis, kehilangan semangat atau gairah hidup.

Kemudian mudah lelah, malas bergerak, gangguan pola makan dan tidur, menurunnya fokus, konsentrasi, dan memori.

Khanif Lutfi
Penulis