Internasional

PBB Kutuk Serangan Israel di Kamp Pengungsian UNRWA hingga 40 Warga Sipil Tewas

fin.co.id - 2024-06-07 13:10:06 WIB

Israel kepung Kota Gaza

FIN.CO.ID - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan udara Israel terhadap sekolah PBB yang dijadikan sebagai tempat penampungan pengungsi Palestina (UNRWA) di Gaza yang menewaskan 40 orang dan melukai 70 orang yang terdiri dari anak-anak dan wanita..Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan serangan Israel kembali jadi pengingat tragis dan mengerikan menyangkut harga yang harus dibayar oleh warga sipil di Gaza.

“Tentu saja, dia (Guterres) mengutuknya,” kata Dujarric, ketika ditanya mengenai tanggapan Guterres mengenai serangan Israel, seperti dilansir dari kantor berita Anadolu.

Dujarric menuturkan bahwa sekolah yang digunakan sebagai tempat penampungan itu berusaha memberikan layanan penting kepada warga sipil.

Mengingat tidak ada layanan pendidikan yang disediakan di Gaza, Dujarric mengatakan 300.000 anak yang menerima pendidikan dari UNRWA tidak dapat mengakses pendidikan, sehingga sekolah diubah menjadi tempat penampungan.

Baca Juga

“Tidak ada tempat yang aman,” ucapnya.

Mengenai klaim Israel bahwa anggota Hamas hadir di sekolah tersebut, Dujarric berkata bahwa setiap orang dapat mendengarkan apa yang dikatakan orang lain dan setiap orang juga dapat melaporkannya.

“Anda dapat melaporkan apa yang saya katakan dan membuat analisis Anda sendiri. Apa yang dapat saya sampaikan kepada Anda adalah sejumlah besar warga sipil terbunuh, sejumlah anak-anak juga terbunuh,” tuturnya. 

Menanggapi pertanyaan mengenai apakah Guterres memiliki batas dalam menanggapi krisis Gaza, Dujarric mengatakan Sekretaris Jenderal tidak punya "kebiasaan membuat garis batas" dan bahwa Guterres ingin konflik tersebut berakhir.

Dujarric menekankan bahwa PBB telah berulang kali menyerukan gencatan senjata, akses kemanusiaan, dan pembebasan sandera.

Baca Juga

“Dalam konflik ini, seperti dalam banyak konflik lainnya, Sekretaris Jenderal bukanlah pihak yang bertanggung jawab,” katanya, menegaskan.

Sebelumnya, serangan tersebut terjadi setelah militer Israel mengumumkan serangan darat dan udara baru di beberapa kamp pengungsi di Gaza tengah.

Kantor berita Palestina Wafa mengatakan, serangan rudal itu menghantam sekola al-Sardi yang merupakan tempat perlindungan pengungsu Palestina (UNRWA).

Kelompok Palestina Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, mengutuk serangan itu dengan menyebut sebagai pembantaian yang mengerikan.

Ismail al-Thawabta, juru bicara kantor media pemerintah Gaza, mengatakan sejumlah besar korban tewas dan terluka dilarikan ke Rumah Sakit Al-Aqsa di Gaza tengah. Namun RS tersebut telah mencapai kapasitasnya.

“Pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh pendudukan Israel ini adalah bukti nyata genosida, pembersihan etnis terhadap warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak serta orang-orang terlantar di Jalur Gaza,” demikian Ismail al-Thawabta, juru bicara kantor media pemerintah Gaza

Admin
Penulis