Rupiah Berpeluang Menguat Tipis, ini Faktor Penyebabnya

fin.co.id - 06/06/2024, 10:14 WIB

Rupiah Berpeluang Menguat Tipis, ini Faktor Penyebabnya

Ilustrasi Rupiah (Gambar oleh iqbal nuril anwar- Pixabay)

fin.co.id - Nilai tukar rupiah diprediksi menguat tipis terhadap dolar AS hari ini, setelah data perekrutan tenaga kerja Amerika Serikat versi ADP bulan Mei 2024 menunjukkan penambahan yang di bawah ekspektasi pelaku pasar.

Mengutip data Bloomberg pada Kamis 6 Juni 2024 pukul 09.24 WIB, kurs rupiah sedang diperdagangkan di level Rp16.288 per dolar AS, melemah 1 poin atau 0,01% dibandingkan akhir perdagangan Rabu sore 5 Juni 2024 di level Rp16.287 per dolar AS.

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra mengatakan jika melihat pergerakan dolar AS yang saat ini kembali tertekan melemah karena data tenaga kerja AS Non Farm Payrolls versi ADP bulan Mei menunjukkan penambahan di bawah ekspektasi pasar.

"Perkembangan ini bisa membuat rupiah bergerak menguat hari ini," kata Ariston dalam keterangan tertulis, hari ini.

AS merilis data perekrutan tenaga kerja Amerika Serikat versi ADP tadi malam. Data ini digunakan para analis untuk memperkirakan rilis tenaga kerja versi pemerintah yang akan diumumkan di akhir pekan ini.

Laporan Ketenagakerjaan Nasional versi ADP mengukur tingkat ketenagakerjaan swasta non-pertanian. Laporan ini didasarkan pada data penggajian aktual dari sekitar 25 juta karyawan dan diproduksi oleh ADP Research Institute bekerja sama dengan Stanford Digital Economy Lab.

Data yang dirilis menunjukkan kenaikan sebesar 152.000 pada bulan Mei 2024. Angkaini di bawah forecast di Trading Central sebesar 170.000. Sekaligus menandai penurunan cukup tajam dari bulan sebelumnya di 192.000.

Secara keseluruhan, rupiah masih mengalami tekanan terhadap dolar AS. Penyebabnya adalah karena keraguan pelaku pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan AS belakangan ini.

"Terutama setelah komentar petinggi the Fed dan notulen rapat moneter AS yang terakhir masih membuka peluang kenaikan suku bunga acuan AS," ujar Ariston.

Selain itu ketidakpastian ekonomi karena konflik yang masih terjadi di Timur Tengah dan Ukraina juga membantu penguatan dolar AS sebagai salah satu aset aman. "Potensi penguatan hari ini ke arah Rp16.230 per dolar AS, dengan potensi resisten di kisaran Rp16.300 per dolar AS," pungkas Ariston. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID