Jelang Idul Adha, Petugas Datangi Ratusan Lapak Penjual Hewan Kurban di Tangerang

fin.co.id - 06/06/2024, 18:36 WIB

Jelang Idul Adha, Petugas Datangi Ratusan Lapak Penjual Hewan Kurban di Tangerang

Ilustrasi - Potensi ekonomi kurban Indonesia tahun 2024 ini sebesar Rp 28,2 triliun yang berasal dari 2,16 juta pengqurban

FIN.CO.ID -  Jelang Hari Raya Iduladha 1445 hijriah, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) masif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

Pemeriksaan dilakukan bersama delapan dokter hewan DKP Kota Tangerang dan 30 dokter hewan perbantuan, ke 251 lapak yang tersebar di 13 kecamatan, di Kota Tangerang.

Kepala Bidang Pertanian DKP Kota Tangerang Ibnu Ariefyanto menjelaskan, sejauh ini sudah 80 persen lapak hewan kurban di Kota Tangerang telah dilakukan pemeriksaan.

"Tim yang melakukan pemeriksaan, secara teknis pastinya memastikan seluruh hewan yang diperjualbelikan sehat secara individu maupun kelompok," terangnya, Kamis 6 Juni 2024.

Selain itu, pemeriksaan juga untuk  memastikan hewan kurban yang dijual memilikisurat yang lengkap.

Seperti surat pernyataan kesehatan yang legal, hewan yang cukup umur dan sesuai dengan syariat Islam.

"Tak kalah penting, dalam pemeriksaan ialah memastikan pakan dan minum yang tersedia dengan baik di setiap lapak," papar Ibnu.

Ia pun menjelaskan, sejauh ini belum ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di lapak-lapak hewan kurban Kota Tangerang.

DKP Kota Tangerang pun terus memastikan hewan kurban yang diperjual belikan di Kota Tangerang dalam kondisi sehat.

“DKP Kota Tangerang memastikan seluruh hewan kurban di Kota Tangerang telah tervaksin PMK dan bebas penyakit antraks atau pun Lumpy Skin Disease (LSD). Semua itu, ditunjukkan dengan surat yang mereka bawa dari daerah asal hewan kurban dibawa, dan dilakukan pengecekan ulang oleh para dokter hewan DKP Kota Tangerang,” katanya.

Feri pemilik lapak di Jalan Raya Prima, Taman Elang, Kecamatan Periuk menyatakan, sebagai pedagang hewan kurban memastikan sapi-sapinya sehat adalah hal utama.

Maka, proses pemberkasan, surat pernyataan kesehatan hingga kebersihan lapak selalu diutamakan.

“Saya membawa 150 sapi dari NTB wilayah Bima, sejauh ini sudah 80 ekor laku terjual. Semua hewan sehat dan mendapat pendampingan langsung dari para dokter hewan Kota Tangerang. Pilihan sapi banyak mulai dari Rp16 juta hingga Rp35 juta per ekornya,” kata Feri.

Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis

Penulis FIN.CO.ID